
Reporter: Haryanti – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim, Nidya Listiyono melaksanakan kegiatan reses masa sidang III tahun 2021 yang dimulai sejak 23-30 Oktober 2021 guna menyerap aspirasi warga.

Reses kali ini dilaksanakan Nidya Listiyono, panggilan akrabnya Tio di daerah pilihannya (Dapil) I Kota Samarinda tepatnya di Gang Kopta RT 58 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (25/10/2021).
“Banjir di Samarinda banyak dirasakan orang, tak terkecuali kami warga di sepanjang Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Putih,” kata Ketua RT 58, Tarmadi saat menyampaikan keluhan kepada Anggota DPRD Kaltim itu.
Lanjut Tarmadi melalui wakil rakyat yang duduk di DPRD Kaltim, berharap bisa membantu mengatasi permasalahan banjir, khususnya di Jalan Suryanata, Kelurahan Air Putih.
Menurutnya pemerintah bisa melakukan pembuatan saluran air atau drainase, karena tidak adanya drainase kalau pun ada kecil dan tidak dalam bahkan sering tertutup oleh ruko dan warung di sepanjang Jalan Suryanata.
“Setiap kali turun hujan warga di kawasan Kelurahan Air Putih pasti kebanjiran, karena drainase yang tidak lancar,” ucap Tarmadi.
Menanggapi keluhan warga, Tio membenarkan salah satu solusi untuk mengatasi banjir di Kota Samarinda yakni dilakukan pembersihan pada saluran air atau drainase.
“Kami di DPRD menyerap aspirasi warga dan akan kami perjuangkan, bagaimana mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memberikan bantuan dana untuk menangani masalah banjir,” kata Tio.
Dia mengemukakan bahwa persoalan banjir tentunya tidak bisa diatasi secara keseluruhan dalam waktu dekat, tetapi hanya bisa dikurangi.
”Bisa saja mengatasi banjir di berbagai wilayah di Samarinda, namun butuh dana dan proses. Jadi hanya bisa mengurangi, setidaknya yang tadinya ketinggian air selutut mungkin bisa berkurang jadi semata kaki saja,” ucap Tio.
“Menangani masalah banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi warga juga harus turut menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan karena dapat menghambat aliran air yang juga menjadi penyebab banjir,” tambah Tio.
