
Reporter: Akmal – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati meminta kepada aparat terkait untuk menindak tegas oknum yang melakukan penimbunan oksigen sehingga menimbulkan kelangkaan.
“Kalau ada oknum yang menimbun dan mempersulit mendapatkan oksigen untuk keperluan medis, aparat terkait harus menindak sampai pada mencabut izin operasi usaha,” ujar Puji saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Menurutnya bukan hanya terjadi kelangkaan oksigen tetapi juga harga dan regulator oksigen di Kota Samarinda mengalami kenaikan cukup tinggi dan tidak wajar.
Padahal katanya sebelum pandemi Covid-19 harga tabung oksigen kisaran Rp500 ribu saja. Tetapi belakangan harganya melambung hampir menyentuh Rp2 juta,” tuturnya.
Puji menilai kelangkaan oksigen di Kaltim seharusnya tidak terjadi. Ditengarai ada indikasi mafia distributor oksigen yang mengambil kesempatan dibalik kelangkaan ini.
“Seharusnya tidak boleh terjadi. Pandemi bukan urusan bisnis tapi urusan kemanusiaan,” tegas Puji.
Dia mengimbau kepada para pengusaha maupun pemasok oksigen untuk berempati saling membantu dan meningkatkan keselamatan pasien Covid-19.
“Para pengusaha dan pemasok oksigen harusnya memiliki empati membantu pemerintah dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan oksigen baik di rumah sakit maupun di masyarakat,” pungkasnya.
