
Insitekaltim, Samarinda – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendorong agar Terowongan Samarinda yang pembangunannya telah rampung segera dibuka untuk masyarakat. Namun pembukaan akses tersebut masih menunggu izin dari kementerian terkait.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Jasno mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah mengajukan permohonan dan saat ini masih menunggu surat izin dari kementerian.
Menurutnya terowongan tersebut pada dasarnya sudah rampung. Namun, pemerintah belum berani membuka akses maupun melakukan uji coba sebelum ada izin resmi.
“Intinya dari keizinan kementerian terkait dibukanya Terowongan itu. Sebetulnya terowongan itu sudah rampung Kita juga dari Komisi III mendorong bagaimana segera dibuka,” kata Jasno, Jumat, 28 Agustus 2026.
Jasno mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendorong pembukaan terowongan tersebut. Bahkan saat momentum Lebaran lalu pihaknya sempat meminta agar dilakukan uji coba.
Namun rencana tersebut belum dapat dilakukan, karena pemerintah kota masih menunggu izin dari kementerian.
“Waktu lebaran kemarin kita minta untuk uji coba. Untuk jalan itu bisa dilalui masyarakat. Tapi pemerintah kota belum berani karena memang belum ada izin dari kementerian,” ujarnya.
Ia menjelaskan tim dari kementerian nantinya akan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan. Pemeriksaan tersebut juga untuk memastikan sejauh mana pekerjaan telah diselesaikan dan apakah terowongan sudah memenuhi syarat untuk digunakan.
Jika hasil pemeriksaan menyatakan terowongan telah memenuhi ketentuan maka kementerian akan mengeluarkan surat resmi sebagai dasar pembukaan akses.
“Kalau itu dianggap sudah 100 persen nanti kementerian akan mengeluarkan surat keterangan. Intinya terowongan itu bisa digunakan,” jelasnya.
Jasno berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga terowongan bisa digunakan masyarakat pada tahun ini. Ia juga menyebut kemungkinan uji coba dilakukan pada awal tahun apabila proses perizinan belum selesai dalam waktu dekat.
“Kita mendorong paling tidak di tahun ini. Siapa tahu nanti di awal tahun baru itu bisa digunakan. Paling tidak uji coba,” ungkapnya.
Menurut Jasno aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Terowongan tersebut nantinya hanya digunakan untuk satu arah sehingga diperlukan pengaturan saat mulai dibuka.
“Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Jadi perlu ada surat resmi dari kementerian untuk mempergunakan terowongan itu,” pungkasnya.

