Insitekaltim, Kukar — Aktivitas di sebuah kandang sapi Wasna Farm di kawasan Bakungan Jembayan Kutai Kartanegara tampak sibuk sejak pagi hari. Seorang penjaga kandang sapi dengan telaten merawat beberapa sapi dengan jenis Sapi Limousin yang dikenal memiliki bobot besar dan nilai jual tinggi di pasaran.

Hal ini disampaikan penjaga kandang sapi Valen, perawatan sapi limosin tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Setiap hari ia memulai pekerjaan sejak pukul 06.00 pagi dengan membersihkan sisa pakan dan kotoran di dalam kandang.
“Kebersihan kandang menjadi hal utama. Kalau kandang kotor, sapi itu akan mudah terserang penyakit,” ujarnya saat ditemui sedang menjaga sapi, Minggu, 1 Maret 2026.
Setelah proses pembersihan selesai, Valen menyiapkan pakan berupa rumput segar, jerami, serta tambahan konsentrat untuk menunjang pertumbuhan bobot sapi. Pemberian pakan dilakukan dua hingga tiga kali sehari dengan takaran yang telah disesuaikan berdasarkan usia dan berat bobot badan sapi.
“Untuk sapi limosin, pakan harus seimbang antara serat dan protein. Kami juga tambahkan dedak dan ampas tahu agar pertumbuhannya maksimal,” jelasnya.
Selain hal pakan, ia juga menyampaikan perawatan fisik juga menjadi perhatian utama. Setiap pagi, sapi-sapi tersebut dimandikan untuk menjaga kebersihan kulit serta mencegah timbulnya parasit. Proses memandikan dilakukan menggunakan air bersih dan sikat khusus agar kotoran yang menempel dapat terangkat sempurna.
“Kalau rutin dimandikan, sapi terlihat lebih segar dan nafsu makannya juga bagus,” tambah Valen.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pemberian vitamin dan suplemen juga dilakukan secara berkala guna menjaga daya tahan tubuh hewan ternak tersebut. Vitamin biasanya dicampurkan ke dalam pakan atau diberikan melalui suntikan sesuai anjuran petugas kesehatan hewan.
Menjelang mengakhiri, Valen menuturkan, sapi limosin membutuhkan perhatian ekstra karena nilai ekonominya cukup tinggi, terutama menjelang Hari Raya Iduladha. Dengan perawatan yang optimal, bobot sapi dapat meningkat signifikan dan kualitas daging akan tetap terjaga.
“Perawatan yang konsisten menjadi kunci. Kalau sapi sehat, peternak pun ikut senang menjaganya,” pungkasnya.
