Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi
    Kesehatan

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 13, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Narasumber kegiatan sosialisasi rancangan peraturan daerah (Raperda) pencegahan dan penanggulangan TBC dan HIV/AIDS, Masdar John saat diwawancara Awak media (Insitekaltim/Andika
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di Kota Samarinda dinilai memerlukan keterlibatan seluruh elemen, mengingat target eliminasi penyakit tersebut pada tahun 2030 semakin dekat.

    Hal itu disampaikan Tim Pakar Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Masdar John, dalam kegiatan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperd) Pencegahan dan Penanggulangan TBC dan HIV/AIDS yang digelar di Aula PKK Kota Samarinda, Senin 13 April 2026.

    Menurutnya, selama ini penanganan TBC dan HIV/AIDS masih cenderung bertumpu pada sektor kesehatan saja, padahal diperlukan dukungan lintas sektor agar penanganan dapat berjalan optimal.

    “Penanganan ini tidak cukup hanya oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), tetapi perlu keterlibatan lintas sektor termasuk akademisi, swasta, dan masyarakat,” ungkapnya.

    Ia menjelaskan sektor swasta dapat berperan melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), seperti membantu edukasi, promosi kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan gizi dan pengobatan bagi penderita.

    Selain itu masyarakat juga memiliki peran penting dalam menemukan kasus di lapangan, mendampingi pasien, serta mengurangi stigma terhadap penderita.

    “Masyarakat menjadi garda terdepan baik dalam penemuan kasus maupun pendampingan, termasuk menghilangkan stigma,” jelasnya.

    Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari inisiasi DPRD Kota Samarinda melalui panitia khusus (pansu) IV, yang dilaksanakan dalam tiga tahap dan melibatkan berbagai unsur.

    “Hari ini pesertanya dari akademisi, mahasiswa, serta organisasi. Besok akan dihadiri lebih banyak kader, dan hari ketiga direncanakan di rutan,” terangnya.

    Dalam kegiatan tersebut peserta juga mendapatkan pemaparan terkait kebijakan yang telah ada, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kondisi terkini kasus TBC dan HIV/AIDS di Kota Samarinda.

    Ia mengungkapkan kasus TBC dan HIV/AIDS di Samarinda masih menunjukkan peningkatan setiap tahunnya sehingga diperlukan langkah konkret dan terkoordinasi.

    “Kasus masih meningkat setiap tahun, sementara target eliminasi ada di 2030. Waktu kita semakin terbatas,” katanya.

    Melalui penyusunan Raperda ini diharapkan dapat menjadi dasar hukum yang kuat dalam mendorong kerja sama lintas sektor untuk menekan angka kasus di masa mendatang.

    “Perda ini penting agar semua pihak bisa bergerak bersama dalam pencegahan dan penanggulangan TBC dan HIV/AIDS,” pungkasnya.

    Masdar John Pansus Raperda TBC dan HIV/AIDS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    TWAP Samarinda Tanggapi Sudarno, Tegaskan Pernyataan Andi Harun Soal JKN Bukan Hoaks

    April 11, 2026

    Kabel Semrawut, Pansus DPRD Dorong Regulasi Utilitas Perkabelan

    April 9, 2026

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus TJSL, Fokus Sinkronisasi Program Perusahaan dan Pemerintah

    April 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    Andika SaputraApril 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di Kota Samarinda dinilai memerlukan keterlibatan…

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,053 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.