Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan teknologi insinerator yang digunakan dalam pengolahan sampah telah dirancang dengan memperhatikan aspek lingkungan.
Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia mengatakan sistem pembakaran yang digunakan tidak menghasilkan asap secara langsung ke udara.
Menurutnya, insinerator tersebut menggunakan metode filtrasi yang menyalurkan hasil pembakaran ke dalam sistem penyaringan melalui air. Dengan demikian emisi yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Insinerator ini tidak memakai cerobong asap. Asapnya tidak keluar, tapi disalurkan ke bawah melalui filtrasi air,” jelasnya, Kamis 26 Maret 2026.
Ia menambahkan air hasil proses tersebut tidak langsung dibuang melainkan harus melalui pengujian terlebih dahulu untuk memastikan telah memenuhi standar baku mutu lingkungan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengolahan sampah tidak hanya berfokus pada pengurangan volume tetapi juga tetap menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya keseimbangan antara penanganan sampah dan aspek estetika kota.
Fasilitas yang dibangun tidak hanya berfungsi secara teknis tetapi juga dirancang agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Andi Harun menegaskan pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen pemkot dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan tidak menimbulkan dampak negatif di masa depan.
“Penanganan sampah harus memperhatikan lingkungan. Tidak boleh membahayakan masyarakat dan tidak merusak estetika kota,” ujarnya.
Dengan penggunaan teknologi ini pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dampak polusi dari pengolahan sampah karena sistem yang diterapkan telah dirancang secara aman dan terkontrol.
