Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Tak Sekadar Statistik, Hasil Sensus Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah
    Pemerintah

    Tak Sekadar Statistik, Hasil Sensus Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah

    R’syaBy R’syaJuli 7, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala BPS Kalimantan Timur (Kaltim), Mas’ud Rifai (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Hasil sensus tidak hanya menjadi kumpulan data statistik, melainkan juga menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala BPS Kalimantan Timur (Kaltim) Mas’ud Rifai.

    “Sensus itu akan membantu pemerintah membuat tatanan kebijakan yang lebih tepat untuk masyarakat. Data yang dikumpulkan bukan sekadar angka, tetapi menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan,” ujarnya di Samarinda, Selasa, 7 Juli 20276.

    Rifai menjelaskan, salah satu contoh nyata pemanfaatan hasil sensus terlihat dari Sensus Pertanian 2023. Berdasarkan data tersebut, sekitar 45 persen petani di Indonesia berusia 55 tahun ke atas.

    Kondisi ini menunjukkan sektor pertanian masih didominasi kelompok usia lanjut, sementara minat generasi muda untuk menjadi petani masih rendah.

    “Artinya petani kita umumnya sudah berusia tua. Ini menunjukkan pertanian belum banyak diminati oleh anak muda. Kalau kondisi ini terus berlanjut tentu akan memengaruhi keberlanjutan produksi pertanian ke depan,” jelasnya.

    Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pemerintah melahirkan berbagai program regenerasi petani, termasuk program petani milenial yang mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi.

    Menurut Rifai, modernisasi pertanian menjadi langkah penting agar sektor tersebut lebih menarik bagi anak muda sekaligus mampu meningkatkan produktivitas.

    “Sekarang anak muda tentu tidak lagi tertarik dengan cara bertani yang serba manual. Karena itu modernisasi pertanian menjadi langkah penting agar sektor ini lebih menarik dan lebih efisien,” tuturnya.

    Selain sektor pertanian, Rifai menyebut hasil sensus juga menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan di bidang ekonomi. Sensus Ekonomi 2016 misalnya, menunjukkan masih banyak pelaku usaha yang menghadapi keterbatasan akses permodalan.

    Temuan itu menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk memperluas berbagai skema pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar memiliki peluang lebih besar mengembangkan usahanya.

    “Hasil sensus ekonomi 2016 menunjukkan persoalan akses modal. Dari situ kemudian pemerintah banyak membuka akses pembiayaan bagi UMKM. Jadi data statistik memang menjadi dasar penyusunan kebijakan,” terangnya.

    Karena itu, Rifai berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat kembali menghasilkan data yang akurat dan mutakhir sebagai pijakan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

    “Harapan kami, hasil sensus kali ini kembali menjadi dasar lahirnya kebijakan-kebijakan yang benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” pungkasnya.

     

    BPS Kaltim Mas'ud Rifai Sensus ekonomi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    Oktober 9, 2026

    Anggaran 21 Ribu Rumah RTLH di Samarinda Masih Menunggu Verifikasi

    Oktober 8, 2026

    Intrusi Air Laut Masih Mengancam, Pemkot Akan Kurangi Produksi dan Batasi Konsumsi Air

    Oktober 8, 2026

    Pemkot Samarinda Dorong Penanggulangan Bencana Berbasis Data dan Prediksi

    Oktober 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    AminahOktober 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polresta Samarinda mulai menelusuri laporan dugaan kelalaian medis yang melibatkan dokter spesialis…

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.