Browsing: Ardiansyah Sulaiman

“Seni budaya Wehea ini luar biasa. Harus terus kita lestarikan,” puji Akmal pada Sabtu, (20/4/2024) di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur saat menghadiri puncak acara Pesta Adat dan Budaya Wehea Lom Plai.

“TBC ternyata di Kutai Timur kasusnya banyak, makanya itu dikatakan kaya teori gurung es yang terlihat sedikit tetapi ternyata dibawahnya banyak sekali karena itu penyakit menular,” ujar Ardiansyah saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan Pengembangan dan Evaluasi Distric Publik Private Mix (DPPM) TBC di Kutai Timur tahun 2023, di Hotel Royal Victoria Sangatta, Kamis (16/11/2023).

“Selain mematuhi aturan, terapkan disiplin dan etos kerja yang tinggi. Manfaatkan momentum ini untuk memulai membangun kapasitas diri,” kata Bupati Ardiansyah. Dia juga menekankan pentingnya bekerja dengan semangat, cerdas, dan penuh kekuatan untuk melayani dengan sepenuh hati, sambil menjaga kinerja, dedikasi, loyalitas, dan integritas.

“Saya kira korupsi bisa merasuk dari berbagai kesempatan dan tempat. Oleh karena itu, kita harus bersiap sejak dini untuk tidak memberikan peluang bagi korupsi dalam kehidupan kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman pada acara Sosialisasi Anti Korupsi, dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi sedunia, di Ruang Akasia, GSG Bukit Pelangi Sangatta, Selasa (14/11/2023).

“Ini akan menjadi kebanggaan bagi atlet kita. Dengan berbagai ajang kompetisi, termasuk rekor muri yang diraih dalam ajang memancing, tahun ini kami telah sukses menyelenggarakan kejuaraan dalam kurang lebih 10 cabang olahraga,” ungkap Bupati di hadapan para tokoh olahraga dan undangan.

“Saat ini, kita telah mencapai 90 persen dari target yang ditetapkan. Satu-satunya aspek yang masih saya perjuangkan adalah perumahan layak huni,” ungkap Bupati Ardiansyah, saat diwawancarai usai rapat paripurna ke-10 agenda penyampaian nota penjelasan kepala daerah mengenai Rancangan APBD Kabupaten Kutim Tahun 2024 di Gedung DPRD Kutim, Rabu (8/11/2023).

“Estimasi pendapatan daerah yang awalnya sekitar Rp8,5 triliun mengalami penambahan menjadi Rp9,1 triliun,” kata Ardiansyah saat menyampaikan nota penjelasan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Kutim Tahun 2024 kepada DPRD Kutim dalam Rapat Paripurna ke-10, Rabu (8/11/2023).