Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Browsing: Akmal Malik
“Apa yang sudah dilakukan mulai dari Pak Suwarna, Pak Awang dan Pak Isran kan bagus semua. Kita berharap, konsep-konsep yang bagus semua itu akan kita lanjutkan,” kata Akmal Malik di halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (25/4/2024) usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVIII Tahun 2024.
“Kejadian bencana yang terjadi kekeringan dan banjir menyebabkan sengsaranya luar biasa untuk kebutuhan pangan, itu kenapa kami memberikan atensi kepada penanggulangan bencana,” tegas Akmal pada Selasa (23/4/2024), di El Hotel Bandung saat didaulat menjadi salah satu narasumber dalam Sidang Komisi 4 Rakornas Penanggulangan Bencana (PB) tahun 2024.
“Kaltim bukan kompetitor IKN, justru sebagai komplementer, melengkapi. Justru kita hadir memberikan dukungan penuh kepada IKN,” tegas Akmal pada Senin (22/4/2024) di Studio R66 Media HQ, Kemang, Jakarta usai tampil di Podcast Helmy Yahya Bicara.
“Bagi saya bagus, Kaltim untuk menjadi tuan rumah pagelaran dan event budaya. Saya minta untuk dinas terkait agar dapat membuat event-event yang berskala nasional maupun internasional di Kaltim,” kata Akmal Malik, Senin (22/4/2024) di Cafe Dia Lo Gue, Kemang, Jakarta.
“Sejuk sekali di sini, tidak perlu pakai AC,” pujinya pada Sabtu (20/4/2024) di Goa Kongbeng.
“Pesta adat ini akan menjadi instrumen untuk mengenalkan Kutai Timur lebih jauh ke luar, nasional dan internasional,” tuturnya pada Sabtu (20/4/2024) di Lapangan Sepakbola Desa Nehas Liah Bing.
“Seni budaya Wehea ini luar biasa. Harus terus kita lestarikan,” puji Akmal pada Sabtu, (20/4/2024) di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur saat menghadiri puncak acara Pesta Adat dan Budaya Wehea Lom Plai.
“Tambang akan habis pada waktunya. Sedangkan kambing, sepanjang kita bisa kelola dengan baik, akan hidup terus dia (usaha berkelanjutan),” ungkap Akmal Malik pada Jumat, (19/4/2024) di Wisma Embek Kemakmuran, Sangatta Selatan, Kutai Timur.
“Silakan nanti diatur UMKM bisa mengisi rest area. Tugas kami menyiapkan insfratruktur. Kita ratakan. Selanjutnya Bu Kades bantu juga. Segera buat surat,” pinta Akmal pada Jumat, (19/4/2024) di Jalan Poros Samarinda – Bontang KM 60 Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Saya baru sebentar saja sudah tidak nyaman. Ini rumah sakit harus nyaman. Biar satu jam setengah kalau nyaman, pasti tidak terasa,” tegasnya.
