Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    April 10, 2026

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Sri Puji Astuti : Keroyokan Jadi Kunci Atasi Masalah Stunting di Samarinda
    DPRD Samarinda

    Sri Puji Astuti : Keroyokan Jadi Kunci Atasi Masalah Stunting di Samarinda

    Adit MustafaBy Adit MustafaDesember 11, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

     

    Insitekaltim, Samarinda – Dalam upaya menyelaraskan program kerja pusat dan daerah, Komisi IV DPRD Kota Samarinda menggelar rapat kerja sekaligus silaturahmi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda.

    Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk merumuskan strategi bersama dalam menghadapi isu-isu prioritas, seperti penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi demi tercapainya target pembangunan. Sebagai komisi yang sebagian besar anggotanya baru dilantik, pertemuan ini dinilai krusial untuk memahami program kerja mitra serta tantangan yang dihadapi.

    “Kami butuh bersilaturahmi karena teman-teman ini belum tahu mitra kerja kita seperti apa, mulai dari program kerjanya, anggarannya, masalah di lapangan, sampai regulasinya,” ujar Puji.

    Ia juga menjelaskan bahwa integrasi program antara pusat dan daerah menjadi kunci utama, terutama untuk menangani masalah-masalah kompleks seperti stunting yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor.

    Stunting dalam beberapa waktu ini menjadi isu utama. Data menunjukkan angka stunting di Samarinda mencapai 24,4%, di atas target nasional yang kini ditetapkan sebesar 18%. Pemerintah pusat telah menetapkan pendekatan integrasi di posyandu sebagai solusi, melibatkan 15 organisasi perangkat daerah (OPD).

    “Sekarang nggak bisa lagi satu bagian satu masalah, tapi keroyokan. Dengan keterbatasan anggaran, baik pusat maupun APBD, kita harus mencapai target, termasuk target wali kota untuk menekan stunting menjadi 12%,” tegas Sri Puji.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya penggunaan data yang valid dan terkini untuk memastikan perencanaan dan evaluasi program lebih efektif.

    “Kami membutuhkan data-data riil. Biasanya data stunting tahun ini baru dilaporkan tahun depan, sehingga kami seperti tidak punya pegangan yang jelas,” katanya.

    Selain stunting, isu kemiskinan ekstrem yang kini tersisa 299 keluarga (kk) di Samarinda juga menjadi perhatian utama. DPRD dan DPPKB berkomitmen untuk terus menekan angka tersebut melalui program-program pemberdayaan masyarakat.

    “Masalah lain seperti pengangguran dan perempuan kepala keluarga juga membutuhkan perhatian serius. Kami akan terus mendorong transparansi dan sinergi agar solusi yang dihasilkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Sri Puji.

    Untuk tahun 2025, Sri Puji berharap adanya peningkatan transparansi dalam penyusunan program kerja dan anggaran dari mitra kerja. Kolaborasi erat antara DPRD dan OPD terkait menjadi kunci untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.

    “Support dari kami tentunya langsung mengecek ke lapangan. Kami melihat stunting, kemiskinan, pernikahan dini dan masalah lainnya. Ini menjadi dasar kami untuk memastikan program-program berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.

    DPRD Samarinda Sri Puji Astuti Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    DPRD Samarinda Harap Sekda Baru Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

    April 9, 2026

    Kebijakan Mulok Jadi Biang Masalah, Guru Bahasa Inggris Tak Dapat TPG

    Maret 30, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Uji Coba Sistem Parkir Berlangganan Sebelum Berlaku Luas

    Maret 15, 2026

    Gelar Bukber Bersama Warga, Helmi Siapkan Ribuan Porsi Konsumsi

    Maret 15, 2026

    Jelang Nyepi dan Lebaran, Helmi Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Ketertiban

    Maret 14, 2026

    Status Hukum Dicabut, Pemilik Cafe Pesona Sambut Baik Hasil Mediasi DPRD Samarinda

    Maret 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    Ratu ArifanzaApril 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan kebijakan Work From Home (WFH) akan mulai…

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026

    PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

    April 10, 2026

    Pemkot Samarinda Terapkan WFH Setiap Jumat, Andi Harun: Tidak Sekadar Formalitas

    April 10, 2026
    1 2 3 … 3,048 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.