Insitekaltim, Pasuruan – Di balik kemeriahan gelaran Suropati Race 8 (SR8) BMX 2025 di GOR Untung Suropati, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan mengakui masih banyak persoalan yang harus dibenahi dalam pengembangan olahraga ekstrem, mulai dari keterbatasan fasilitas, ruang latihan, hingga pembinaan atlet muda.
Hal ini disampaikan langsung oleh jajaran Disporapar Kota Pasuruan yang menegaskan bahwa event besar seperti SR8 tidak cukup tanpa dukungan ekosistem pembinaan yang kuat.
Kepala Disporapar Kota Pasuruan Dyah Ermitasari menuturkan, meski SR8 menjadi ruang kompetisi bagi atlet muda, pembinaan masih menghadapi berbagai hambatan.
“Kami ingin memastikan anak-anak dan remaja memiliki ruang untuk berkembang. Tapi tentu masih ada banyak hal yang harus dibenahi, terutama pembinaan berkelanjutan dan peningkatan fasilitas. SR8 bukan sekadar lomba, tetapi wadah membangun sportivitas dan mental bertanding,” ungkapnya Minggu, 30 November 2025.
Kabid Pemuda dan Olahraga Disporapar Kota Pasuruan G. Dicky Yodho Asmoro juga menekankan, meningkatnya jumlah peserta justru menjadi alarm bahwa kebutuhan fasilitas semakin mendesak.
“Grafik peserta terus naik setiap tahun. Minatnya luar biasa. Tapi ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk menyediakan lintasan latihan yang memadai, pelatih yang cukup, serta event pembinaan yang tidak hanya setahun sekali,” jelasnya.
Meski demikian, SR8 BMX 2025 tetap berlangsung meriah, dengan ratusan atlet dari berbagai daerah menunjukkan aksi-aksi spektakuler. Lompatan tinggi, manuver cepat, dan adu ketangkasan di lintasan GOR Suropati berhasil memukau penonton sejak pagi.
Event yang digelar Disporapar bersama komunitas BMX lokal ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi antar komunitas dan mengedukasi peserta soal keselamatan dalam olahraga ekstrem.
Kehadiran Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dalam materi publikasi acara turut menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan olahraga prestasi.
Disporapar berharap SR8 tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi juga dorongan untuk mempercepat pemenuhan fasilitas, pembinaan rutin, dan peningkatan kapasitas atlet, sehingga Kota Pasuruan benar-benar siap menjadi sport city yang konsisten membina talenta muda.

