Insitekaltim, Samarinda – Menjunjung tinggi rasa hormat terhadap pahlawan tanpa tanda jasa seorang guru merupakan kewajiban setiap pelajar. Namun kejadian pada Rabu (1/3/2023) di SMKN 5 Samarinda, sungguh miris. Dimana seorang siswa kelas XI Jurusan Penjualan tak terima disuruh push up oleh guru olahraga saat jam pelajaran dan malah mengamuk ketika ditegur hingga berujung pengancaman menggunakan parang oleh siswa nekat tersebut.
Menanggapi berita heboh tersebut, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Badan Bangsa Kesbangpol Provinsi Kalimantan Timur Fatimah Waty mengungkapkan keprihatinan. Menurutnya hal itu terjadi akibat kurangnya rasa hormat siswa kepada guru.
“Terkait kejadian kemarin dikaitkan dengan wawasan kebangsaan ada rasa sedih juga. Menurut saya ada yang kurang dari rasa hormat murid kepada guru,” kata Fatimah usai menjadi narasumber dalam Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Angkringan Purnawa Jalan Wijaya Kusuma Samarinda, Minggu (5/3/2023).
“Ini kan guru kok dilawan? Guru kok diancam? Ini sudah menyentuh hati nurani kita sekali ya. Kok anak-anak kita sekarang begitu ya gak ada hormatnya. Rasa hormat sudah mulai hilang,” tambahnya.
Fatimah beranggapan bahwa hal negatif atas kejadian yang terjadi di SMKN 5 Samarinda itu akibat dampak buruk kemajuan teknologi dan informasi yang tidak mampu disaring oleh generasi muda saat ini.
Adapun peran orang tua yang kurang mampu memberikan contoh baik kepada anak-anak atas tindakan buruk yang mereka lakukan dan masih banyak orang tua yang membela perilaku tercela anak-anak mereka.
“Dampak negatif daripada era sekarang, era terbuka, gadget dan informasi ini kan mudah sekali. Jadi anehnya kan sekarang para orang tua ikut membela anak yang salah,” keluhnya.
Fatimah mengajak semua lapisan masyarakat turut serta untuk mengingatkan diri sendiri maupun generasi muda atas kesadaran memiliki rasa hormat dan jangan sampai hal buruk yang terjadi menjadi borok negeri.
“Harapannya semua ayo bersama-sama diingatkan kembali kepada generasi muda kita jangan sampai hal-hal jelek begini berdampak jelek bukan hanya di Samarinda, tapi juga keluar,” harapnya.
Pemerintah selalu berupaya memberikan sosialisasi mengingatkan kepada generasi muda pentingnya wawasan kebangsaan yang berkaitan erat dengan moral bangsa sebagai generasi muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Hormat pada seorang guru adalah bukti bela negara.