Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan kebijakan pengetatan anggaran perjalanan dinas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebagai bentuk respons terhadap tekanan keuangan daerah.
Andi Harun menyampaikan anggaran perjalanan dinas untuk seluruh jajaran pemkot kini tersisa sekitar Rp7 miliar. Jumlah tersebut, sudah mencakup seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tanpa pengecualian.
Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi bisa menjalankan pola belanja seperti sebelumnya. Ia bahkan menegaskan dirinya tidak mengalokasikan anggaran perjalanan dinas bagi pimpinan OPD.
“Satu rupiah pun perjalanan dinas pimpinan OPD, saya tidak ada kasih,” tegasnya.
Ia menilai selama ini masih ada pola kerja yang tidak berubah meski kondisi anggaran semakin terbatas. Padahal, tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menuntut adanya perubahan perilaku dalam pengelolaan keuangan.
Orang nomor satu di Kota Tepian itu juga menyinggung kebiasaan belanja yang tidak efisien, termasuk kegiatan-kegiatan yang dinilai tidak memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Oleh karena, itu kebijakan pengurangan perjalanan dinas menjadi salah satu langkah konkret untuk memastikan anggaran digunakan secara lebih tepat sasaran. Tidak hanya perjalanan dinas, efisiensi juga diterapkan dalam berbagai aspek kegiatan internal pemerintahan.
“Rapat-rapat internal di lingkungan Balai Kota bahkan tidak lagi menyediakan konsumsi kecuali jika melibatkan pihak eksternal,” jelasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama terhadap kondisi keuangan daerah yang sedang tidak stabil. Katanya, pentingnya memiliki “sense of crisis” atau kesadaran krisis dalam menghadapi situasi saat ini.
“Kalau cuma bilang kita adaptasi tapi perilaku tidak berubah, itu tidak ada artinya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga konsistensi dalam menjalankan prinsip efisiensi. Pemerintah harus mampu menunjukkan penghematan benar-benar diterapkan, bukan sekadar wacana.
“Dengan keterbatasan anggaran yang ada saya berharap seluruh jajaran pemkot dapat lebih selektif dalam menggunakan anggaran, termasuk dalam hal perjalanan dinas, sehingga setiap pengeluaran memiliki nilai manfaat yang jelas bagi masyarakat,” tandas Andi Harun.

