Insitekaltim, Samarinda – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji mendorong program Gratispol Pendidikan yang dijalankan Pemprov Kaltim dapat diadopsi menjadi program nasional.
Menurutnya, kebijakan pembebasan biaya pendidikan dapat memperluas kesempatan generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Pendidikan menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan, baik di tingkat nasional maupun global. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan persoalan biaya tidak menjadi penghambat bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan.
“Kami punya program pendidikan gratis, program seragam gratis untuk jenjang SMA/SMK dan sederajat, termasuk pendidikan tinggi gratis bagi putra-putri Kaltim untuk jenjang S1, S2, dan S3,” ujarnya saat memaparkan program unggulan Kaltim dalam Forum Nasional Youth Summit 2026 di Hotel Santika Premiere Semarang, Jumat, 21 Agustus 2026.
Salah satu kebijakan yang menjadi andalan adalah Gratispol Pendidikan. Melalui program tersebut, Pemprov Kaltim menanggung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Kaltim yang memenuhi ketentuan.
Program itu mencakup putra-putri Kaltim yang menempuh pendidikan di 52 perguruan tinggi negeri dan swasta di Kaltim serta sejumlah perguruan tinggi di luar daerah.
Ia menyampaikan, perluasan akses pendidikan tersebut mulai menunjukkan hasil. Angka partisipasi pendidikan Kaltim yang sebelumnya berada di peringkat kedelapan nasional berhasil naik menjadi peringkat pertama pada akhir 2025.
“Artinya apabila seluruh pemerintah daerah memiliki komitmen terhadap pendidikan, maka kita yakin dan percaya anak-anak kita akan menjadi yang terbaik,” tuturnya.
Seno menilai capaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan peringkat. Lebih jauh, pendidikan gratis merupakan investasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka kesempatan yang lebih besar bagi generasi muda menghadapi persaingan.
“Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak Kaltim memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” tegasnya.
Atas capaian tersebut, Seno berharap Gratispol Pendidikan dapat diterapkan secara lebih luas di Indonesia. Kaltim bisa menjadi contoh dalam penerapan kebijakan pendidikan tinggi tanpa beban UKT bagi mahasiswa yang menjadi sasaran program.
“Kita berharap program ini juga bisa menjadi program nasional. Kaltim bisa menjadi contoh, karena Kaltim merupakan provinsi pertama yang memberikan UKT gratis bagi para mahasiswa,” harapnya.
Selain pendidikan tinggi, Pemprov Kaltim juga menjalankan program seragam gratis bagi pelajar SMA/SMK dan sederajat. Pada 2025 tercatat 63.718 siswa menerima bantuan seragam, sedangkan pada 2026 sebanyak 63.548 siswa. Dalam dua tahun, total penerima mencapai 127.266 siswa.
Pemprov Kaltim juga menyiapkan program Bilingual School yang diterapkan di 70 SMA negeri. Program tersebut menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa menghadapi lingkungan pendidikan dan dunia kerja yang semakin terbuka secara internasional.
“Kita menyiapkan generasi muda Kaltim yang mampu bersaing di panggung internasional,” pungkas Seno.

