Insitekaltim, Samarinda – Sekolah lansia menjadi salah satu upaya mendorong para lanjut usia tetap aktif, sehat, dan berdaya melalui kegiatan edukatif dan sosial yang berkelanjutan.
Kepala Sekolah Lansia Santa Mathild Benediktus Indrapraptono menyampaikan, kehadiran sekolah lansia ini merupakan bentuk nyata bahwa proses belajar tidak pernah dibatasi oleh usia.
Ia menegaskan, masa lanjut usia justru menjadi waktu yang berharga untuk terus berkembang,
berbagi pengalaman, serta mempererat hubungan sosial.
“Belajar tidak pernah mengenal usia. Justru di masa ini kita punya waktu untuk berbagi cerita, merawat kesehatan jiwa dan raga, serta mempererat kebersamaan,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.
Sekolah lansia tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas yang bermanfaat, mulai dari membaca, berolahraga, berdiskusi, hingga kegiatan sederhana yang mampu menjaga kebugaran fisik dan mental peserta.
Menurutnya, para peserta yang tergabung berasal dari berbagai latar belakang, bahkan terdapat peserta dengan usia hingga 79 tahun yang tetap memiliki semangat untuk belajar.
Hal ini menunjukkan bahwa semangat menuntut ilmu tetap hidup di setiap fase kehidupan. Karena itu, menekankan pentingnya suasana belajar yang nyaman dan saling mendukung. Dalam pelaksanaannya, sekolah lansia mengedepankan kebersamaan tanpa tekanan, sehingga para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan rasa aman dan bahagia.
“Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman, tempat saling berbagi dan saling menjaga. Tidak ada tekanan, yang ada kebahagiaan dalam belajar bersama,” jelasnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk saling peduli satu sama lain, serta menjadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk tetap berkontribusi dalam lingkungan sosial.
Menurutnya para lansia memiliki peran penting sebagai sumber pengalaman dan nilai kehidupan bagi generasi yang lebih muda.
Dengan adanya sekolah lansia ini diharapkan para peserta dapat menjalani masa tua dengan lebih bermakna, tetap aktif, serta mampu menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya lansia yang mandiri, berdaya, dan tetap memiliki kualitas hidup yang baik di tengah masyarakat.

