Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda terus mendorong penguatan program sekolah lansia sebagai bagian dari implementasi program Lansia Berdaya.
Kepala DPPKB Samarinda Deasy Evriyani menjelaskan, sekolah lansia tidak hanya berfokus pada edukasi tetapi juga mencakup pemeriksaan kesehatan, serta pendampingan langsung kepada para lansia.
“Sekolah lansia ini bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga ada pemeriksaan kesehatan dan pendampingan,” ujarnya Jumat 10 Maret 2026.
Dalam pelaksanaannya program ini, turut melibatkan kader yang akan dilatih untuk mendampingi lansia di masing-masing wilayah.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala, meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga didukung oleh inisiatif masyarakat, termasuk melalui iuran peserta untuk membantu pembiayaan pemeriksaan kesehatan tertentu.
Menurutnya sekolah lansia menjadi salah satu upaya untuk menciptakan lansia yang sehat, aktif, dan produktif, sekaligus meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut.
“Semakin banyak lansia yang sehat dan berdaya, maka akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan kebahagiaan keluarga,” jelasnya.
Selain itu program ini juga diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran kesehatan, baik bagi keluarga maupun pemerintah, seiring meningkatnya kondisi kesehatan lansia.
Program sekolah lansia dilaksanakan selama tiga bulan dengan total 12 kali pertemuan, yang mencakup berbagai materi kesehatan seperti pencegahan penyakit, menjaga kebugaran, serta aktivitas sosial bagi lansia.
Deasy berharap program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lansia di Samarinda.
“Kami harapkan lansia bisa aktif mengikuti kegiatan ini agar tetap sehat, bahagia, dan produktif,” pungkasnya.

