Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berupaya menjaga produktivitas kawasan pertanian yang menjadi lumbung panen, agar kondisi kekeringan tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Plt Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda Noke Pattipawaej mengatakan, upaya tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam menghadapi dampak El Nino.
Menurutnya, Samarinda Utara dan Sambutan menjadi kawasan yang perlu dijaga karena memiliki lahan pertanian yang cukup besar dan menjadi salah satu penopang produksi pangan Kota Samarinda.
“Kita mencoba itu tetap supaya tidak gagal panen di daerah-daerah lumbung panen kita,” ujarnya di Samarinda, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, menjaga produksi pertanian tidak hanya berkaitan dengan hasil panen petani, tetapi juga dengan pemenuhan kebutuhan pangan di Samarinda.
Sebab, apabila produksi pertanian terganggu, pemerintah perlu mengantisipasi dampaknya terhadap ketersediaan pangan.
Noke berharap kondisi tersebut tidak berkembang menjadi kekurangan stok maupun kenaikan harga yang signifikan.
“Dengan harapan itu semua bisa terkover, bisa ditangani untuk dampaknya saat ini,” harapnya.
Kemudian, sejumlah komoditas pertanian termasuk sayur-mayur juga memiliki keterkaitan dengan inflasi. Karena itu, pemerintah berupaya menekan dampak kekeringan sejak dari sisi budidaya.
“Fokusnya kami di dinas ini adalah bagaimana meminimalkan supaya tidak gagal panen aja dulu,” tegasnya.
Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan besaran dampak terhadap harga maupun inflasi apabila terjadi gagal panen. Menurutnya, persoalan harga berada pada sektor perdagangan.
“Kita berharap itu tidak terlalu parah kenaikan harga ataupun kekurangan stoknya itu,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, Noke mengingatkan petani untuk melakukan efisiensi penggunaan air.
“Pemerintah daerah juga berharap hujan dapat turun sehingga membantu memenuhi kebutuhan air lahan pertanian” tutupnya.

