Insitekaltim, Samarinda – Pendidikan karakter generasi muda membutuhkan pembina yang tidak hanya menguasai keterampilan kepramukaan, tetapi juga mampu menjadi teladan dan sahabat bagi anak-anak di tengah perkembangan zaman.
Hal ini menjadi salah satu perhatian Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, saat menghadiri pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Golongan Penggalang di Aula SD Negeri 016 Sungai Kunjang, Senin, 19 Oktober 2026.
Ia mengapresiasi Kwartir Ranting (Kwarran) Sungai Kunjang yang berkolaborasi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Samarinda melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurut Saefuddin Zuhri, KMD menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi pembina sekaligus memperkuat kualitas pendidikan kepramukaan di Kota Samarinda.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda dan selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Samarinda, saya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini,” Ungkapnya.
Saefuddin menegaskan, pelatihan tersebut bukan sekadar agenda peningkatan keterampilan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, Saefuddin meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
“Latihannya harus serius dan disiplin. Kita harus tahu kapan waktunya bergurau dan kapan waktunya menjalankan tugas. Kalau kedisiplinan ini bisa diterapkan, insyaallah semuanya dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tantangan era digital, ia menilai nilai-nilai Dasa Darma dan Trisatya Pramuka semakin relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda. Terlebih, anggota Pramuka golongan Penggalang yang berusia 11–15 tahun berada dalam fase penting pembentukan karakter dan pencarian jati diri.
“Pada masa tersebut, anak-anak membutuhkan pembina yang tidak hanya menguasai materi kepramukaan, tetapi juga mampu menjadi teladan, pengayom, inovator, sekaligus sahabat bagi peserta didik,” Jelas Saefuddin Zuhri.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Saefuddin mendorong para pembina agar terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan, sehingga metode pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan anak.
Saefuddin Zuhri menekankan, keberhasilan pendidikan kepramukaan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kemampuan pembina membangun kedekatan dan memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembina tidak hanya harus memahami materi kepramukaan, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dan membimbing anak-anak dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan mereka,” ungkapnya.
Selain pembentukan karakter, Saefuddin mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai fondasi Gerakan Pramuka.
Menurutnya, berbagai keterampilan, seperti tali-temali dan pembuatan tandu, mengajarkan bahwa keberhasilan tidak selalu dapat dicapai secara individual, melainkan membutuhkan koordinasi dan kepedulian terhadap sesama.
“Pramuka itu tidak boleh egois dan tidak boleh menang sendiri. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus menjadi pegangan kita. Banyak hal dalam kepramukaan yang tidak bisa dikerjakan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama,” Tutup Saefuddin Zuhri. (ADV)

