Insitekaltim, Samarinda – Penguatan kompetensi dan profesionalisme dokter menjadi salah satu hal penting dalam menjaga kualitas pelayanan kedokteran estetika.
Hal ini sejalan dengan harapan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, terhadap pengurus Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (PERDESTI) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) yang baru dilantik, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Pelantikan pengurus tersebut berlangsung di Hotel Harris Samarinda. Saefuddin yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
Ia berharap PERDESTI dapat menjadi wadah bagi para dokter untuk meningkatkan kompetensi, bertukar pengetahuan, serta memperkuat profesionalisme dalam memberikan pelayanan kedokteran estetika.
“Selamat kepada seluruh pengurus PERDESTI Kaltim-Kaltara yang baru dilantik. Semoga organisasi ini dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi, berbagi ilmu, dan memperkuat profesionalisme dokter dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Saefuddin.
Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga medis diperlukan agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Dalam praktik kedokteran estetika, setiap tindakan juga harus mengikuti standar yang berlaku dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien.
Sementara itu, Ketua PERDESTI Kaltim-Kaltara, dr Dian Ayu Pratiwi, menegaskan bahwa organisasinya berkomitmen mengedepankan profesionalisme, keselamatan pasien, dan landasan ilmiah dalam setiap tindakan kedokteran estetika.
Ia berharap keberadaan PERDESTI dapat memperkuat koordinasi antarprofesi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kedokteran estetika di wilayah Kaltim-Kaltara. Organisasi tersebut juga diharapkan mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait.
“Kompetensi dan profesionalisme menjadi bagian penting dalam pelayanan kedokteran estetika. Karena itu, kami berkomitmen untuk mengedepankan keselamatan pasien dan memastikan setiap tindakan dilakukan berdasarkan landasan ilmiah serta standar yang berlaku,” kata Dian.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Borneo Aesthetic Medicine Forum 2026 dan Mini Symposium. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para tenaga medis untuk berbagi pengetahuan dan membahas perkembangan ilmu kedokteran estetika. (ADV)

