Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»PSF Luncurkan Kampanye StandWithTeachers, Ajak Publik Ubah Apresiasi kepada Guru Menjadi Aksi Nyata
    Pendidikan

    PSF Luncurkan Kampanye StandWithTeachers, Ajak Publik Ubah Apresiasi kepada Guru Menjadi Aksi Nyata

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 9, 2025Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Putera Sampoerna Foundation (PSF), Elan Merdy
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta — Kepala Putera Sampoerna Foundation (PSF), Elan Merdy, menegaskan pentingnya dukungan nyata terhadap kesejahteraan dan pengembangan profesi guru di Indonesia dan mengajak masyarakat melihat guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai individu yang memiliki mimpi, aspirasi, dan hak atas masa depan yang lebih sejahtera.

    Elan menilai bahwa di balik peran besar guru sebagai arsitek masa depan bangsa, banyak dari mereka masih menghadapi kondisi kesejahteraan yang memprihatinkan. Berdasarkan Survei IDEAS (Institute for Demographic and Poverty Studies), 42,4% guru di Indonesia berpenghasilan di bawah Rp 2 juta per bulan, 74% guru honorer menerima gaji di bawah UMK, dan lebih dari 20% bahkan hanya memperoleh kurang dari Rp 500.000. Selain itu, lebih dari 60% guru belum pernah memperoleh pelatihan berkelanjutan untuk mengikuti perkembangan dunia pendidikan modern.

    “Guru adalah arsitek semua profesi, tetapi realitas kesejahteraan dan akses pengembangan mereka masih jauh dari ideal. Melalui kampanye #StandWithTeachers, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya berterima kasih, tetapi juga berdiri bersama guru, memberikan dukungan nyata agar mereka dapat tumbuh, berkarya, dan mengejar mimpi pribadinya di dalam maupun di luar kelas,” ujar Elan, Selasa, 9 Desember 2025.

    Kampanye #StandWithTeachers hadir sebagai respons atas kesenjangan antara harapan masyarakat dan kenyataan yang dialami guru di lapangan. Banyak guru harus mengajar sambil mencari pekerjaan tambahan untuk bertahan hidup, membangun ruang belajar dengan biaya pribadi, dan berjuang mendapatkan akses pelatihan yang seringkali tidak pernah menjangkau daerah mereka. Melalui video kampanye berjudul “Letters They Never Hear”, PSF mengajak publik mengingat kembali bahwa banyak guru menjalankan tugas tanpa pernah mengetahui besar dampak yang mereka tinggalkan pada hidup murid-muridnya hingga bertahun-tahun kemudian.

    Salah satu contoh nyata dampak program PSF terlihat pada perjalanan Risky Darma Ramadan, guru SDN 2 Koya Barat, Jayapura. Selama tiga tahun mengikuti pelatihan melalui program Guru Binar, Risky berupaya memperbaiki kesejahteraannya tanpa meninggalkan kelas. Pelatihan tentang pembelajaran aktif, media interaktif, dan literasi digital membuka ruang baru baginya untuk berkembang. Risky kemudian berhasil menyusun kelas pelatihan berbentuk webinar untuk guru-guru di seluruh Indonesia, hingga akhirnya dipercaya sebagai Guru Binar Ambassador dan narasumber nasional.

    “Dulu saya pikir peran saya sebagai guru cuma di kelas. Tapi setelah ikut pelatihan PSF, saya sadar bahwa keterampilan mengajar bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih besar. Sekarang saya bisa tetap mengajar sambil membangun usaha yang membantu orang lain dan meningkatkan kualitas hidup keluarga,” ungkap Risky.

    Kisah Risky menunjukkan bahwa ketika guru diberi akses, ruang, dan dukungan yang tepat, mereka tidak hanya mengajar, tetapi mampu menciptakan perubahan sosial dan membuka masa depan yang lebih luas bagi anak-anak bangsa.

    Lebih lanjut Elan menjelaskan, bahwa kampanye ini bukan gerakan seremonial, melainkan komitmen jangka panjang untuk mengubah cara bangsa memperlakukan guru. Melalui rangkaian kegiatan publik dan kompetisi media sosial, masyarakat diajak berbagi kisah inspirasional tentang guru yang berpengaruh dalam hidup mereka. PSF juga mendorong kolaborasi publik figur untuk menggaungkan kampanye ini.

    “Ketika guru didukung untuk berkembang, maka kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda pun ikut menguat,” tutup Elan.

    Ia juga percaya bahwa jika guru adalah arsitek semua profesi, maka kesejahteraan guru adalah fondasi masa depan Indonesia. Dan fondasi tersebut harus diperkuat bersama.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Ratu ArifanzaOktober 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebutuhan penerangan jalan di kawasan permukiman menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang…

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    Oktober 19, 2026

    Bayi Diduga Terdampak Asap Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak Status Bencana Nasional

    Oktober 19, 2026
    1 2 3 … 3,393 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.