Artikel ini telah dilihat : 471 kali.
by

PPDB Segera Dibuka, Ada 4 Jalur Masuk Alternatif

Reporter: Dina – Editor: Redaksi

Insitekaltim, Samarinda – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) segera dibuka. Meskipun status pandemi Covid-19 belum dicabut. PPDB kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, mengingat saat ini masih terjadi wabah penyebaran Covid-19.

Kepala SMA Negeri 17 Samarinda, Dr. Abdul Rozak, kepada Insitekaltim via telepon seluler, Jumat (8/5/2020), mengatakan, dasar pelaksanaan PPDB yaitu Permendikbud nomor 44 tahun 2019. “Dalam aturannya, PPDB memiliki 4 jalur masuk yang akan digunakan,” bebernya.

Lebih rinci, keempat jalur tersebut meliputi, 1. Jalur zonasi 50 persen, dengan mengakomodir siswa yang dekat daerah sekolah. 2. Jalur prestasi 30 persen, mengakomodir siswa berprestasi, baik bidang akademik dan non-akademik. 3. Jalur Afirmasi paling sedikit 15 persen, dari daya tampung diperuntukkan bagi siswa kurang mampu dan 4. Jalur perpindahan orangtua paling banyak 5 persen.

Dekan Pendidikan IPS, Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Kaltim ini, menyampaikan bahwa pelaksanaan PPDB nanti akan dilakukan secara online.

“Pelaksanaan online ini sangat menguntungkan, karena hanya mendaftar dari rumah. Namun ada juga sisi negatifnya, semisal bagi orangtua yang tidak bisa mengakses internet,” terangnya.

Lebih lanjut, Ia berpesan kepada pemerintah dan dinas pendidikan terkait pendaftaran online yang perlu mendapat perhatian kita semua, seperti,
Jaringan internet apakah semua masyarakat bisa akses. Masyarakat apakah semua mempunyai uang cukup untuk membeli paket data, lebih-lebih yang belum memiliki handphone android. Kemampuan IT (informasi teknologi) di masyarakat, apakah juga semua bisa menggunakan. Perlunya sosialisasi yang panjang dalam PPDB ini, sehingga masyarakat paham aturannya.

Kondisi Covid 19 sulit bertatap muka melakukan sosialisasi selain itu harus memperhatikan standar protokol kesehatan perlu diikuti, yakni jaga jarak, pakai masker, cuci tangan. Jika benar- benar urusan harus diselesaikan ke sekolah, minta bantuan IT sekolah.

“Apapun keputusan terakhir pemerintah, semoga merupakan jalan terbaik demi pendidikan dan masa depan anak bangsa Indonesia,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed