Reporter: Dina – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Berawal dari kegemaran membaca tentang tanaman atsiri. Rahman tertarik membuat disinfektan dari bahan tersebut dijadikan disinfektan. Sejak adanya kabar penyebaran virus corona (Covid-19), pemuda Bukuan ini makin sering membuat disinfektan berbahan atsiri, ungkapnya kepada Insitekaltim.com, Sabtu (4/4/2020).
Kader Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bukuan, Rahmanur Hakim, menyampaikan masyarakat Bukuan lebih senang penyemprotan disinfektan dari bahan atsiri, ketimbang yang sudah jadi.
“Pemerintah menggunakan bahan kimia seperti bayclin, wippol dan lain-lain. Memang bahannya tidak susah. Banyak dijual di warung-warung. Namun perlu diketahui juga, bahaya disinfektan berbahan kimia itu,” ujarnya.
Rahman menjelaskan, jika ingin membuat disinfektan dari bahan tanaman juga sangat banyak dan mudah ditemukan. Seperti daun sirih, serei, jeruk nipis, daun sirsak, kemangi, masih banyak lagi tanaman mengandung zat yang bisa mematikan virus.
“Saat saya menawarkan disinfektan herbal ramah lingkungan. Alhamdulillah banyak didukung oleh masyarakat serta dosen-dosen, yang memang mengerti kandungan-kandungan yang ada didalamnya,” ungkapnya.
Pembuatan disinfektan dari atsiri ini sangat gampang. Tumbuhan diendapkan dengan air bersih kemudian direbus. Nah, rebusan itu disuling. Hasil sulingan itu dijadikan disinfektan.
Hingga saat ini sudah beberapa tempat disemprot dengan disinfektan buatannya. Ada juga beberapa dinas, salah satunya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD). Kawasan RT 33, 46 Bukuan, serta beberapa tempat lain sesuai permintaan.


Tidak ada komentar
Beberapa waktu lalu, publik sempat ramai dengan kontroversi cairan yang digunakan dalam bilik disinfektan. Sebab beberapa kandungan dalam larutan disinfektan justru menyimpan risiko kesehatan. Menanggapi hal tersebut, Dr. Muji Harsini Dra., M.Si selaku Dosen Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR menginisiasi cairan antiseptik penyemprot pada bilik sanitasi yang aman dan ramah lingkungan. Dr. Muji mengungkapkan, pembuatan cairan antiseptik ramah lingkungan pada bilik disinfektan merupakan upaya untuk mencegah COVID-19. Larutan antiseptik ion garam (yang dielektrolisis) dapat membunuh dan mensterilkan hidung dan tenggorokan pengguna selama inhalasi tanpa menyebabkan kesulitan bernapas, tanpa iritasi pada kulit. Untuk artikel selengkapnya silahkan kunjungi link berikut
http://news.unair.ac.id/2020/04/27/pakar-unair-inisiasi-pembuatan-anolyte-disinfektan-yang-aman-dan-ramah-lingkungan/