Insitekaltim, Kukar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersama Gubernur kembali melakukan kunjungan kerja ke wilayah pesisir utara melalui jalur Anggana–Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang hingga Kabupaten Kutai Timur.
Seperti kunjungan kerja sebelumnya, agenda ini dilakukan untuk memastikan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berjalan sesuai perencanaan dan target yang telah ditetapkan.
Saat meninjau ruas jalan di sekitar Bundaran Simpang 5 Muara Badak, rombongan melihat langsung jalan sepanjang sekitar 900 meter dengan lebar mencapai 14 meter. Di lokasi tersebut, Gubernur Rudy menyampaikan apresiasi atas hasil pembangunan jalan kepada pihak kecamatan.
“Wah luar biasa ini Pak Camat. Lebar jalannya saja 14 meter lebih ini kita buatkan. Apa masih kurang Pak Camat,” ucap gubernur kepada Camat Muara Badak Arfan yang menyambut rombongan di lokasi peninjauan.
Menurutnya, rekonstruksi dan pelebaran jalan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aksesibilitas masyarakat, terutama dalam memperlancar distribusi barang, orang, dan logistik sehingga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pesisir ini banyak produksinya, terutama produk perikanan dan kelautan. Harus kita buat infrastruktur transportasi yang terintegrasi. Harus terkoneksi yang sangat layak antar kabupaten dan kota,” ungkapnya.
Terkait masih adanya ruas jalan yang berstatus kewenangan pemerintah kabupaten maupun badan usaha, gubernur meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan instansi terkait segera melakukan koordinasi agar penanganannya dapat dilakukan secara optimal.
“Jalan ini vital, sangat penting. Tidak bisa kita membiarkan jalan rusak, apalagi tidak bisa dilewati warga. Segera berkoordinasi Dinas PU dengan pihak-pihak yang berwenang jalan ini. Kalau mungkin biar provinsi yang tangani,” tegasnya saat menyoroti kondisi jalan di kawasan pipa Pertamina Muara Badak.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kaltim AM Fitra Firnanda, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pesisir dilaksanakan melalui beberapa paket pekerjaan.
Untuk Ruas Jalan Muara Badak–Batas Bontang terdapat tiga paket APBD murni berupa rekonstruksi jalan dengan rigid pavement sepanjang total 11 kilometer dengan nilai kontrak Rp120 miliar.
“Sedangkan di APBD Perubahan terdapat dua paket rekonstruksi jalan dengan pelebaran beton mutu Fc’ 20 dan overlay aspal dengan nilai kontrak total Rp60 miliar,” jelasnya.
Sementara itu, di Ruas Jalan Samarinda–Anggana terdapat satu paket kegiatan pelebaran jalan dengan beton Fc’ 20 dan aspal sepanjang lebih dari 1,73 kilometer dengan nilai kontrak Rp4,7 miliar.
“Seluruh paket kegiatan berakhir hingga 31 Desember. Namun ada paket yang memungkinkan kontrak diperpanjang hingga tahun 2026 melalui APBD Perubahan,” pungkasnya.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, rombongan juga meninjau pembangunan Bendung atau Waduk Kanaan serta kawasan Bendali Soekarno-Hatta di Kota Bontang.
Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota Komisi VI DPR RI Hj Sarifah Suraidah, istri Wakil Gubernur Kaltim Hj Wahyu Seno Aji, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Ujang Rachmad, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
