
Reporter: Hilda – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi dengan agenda HUT Kaltim ke-63 di Gedung Paripurna pada Rabu (8/1/2020), Nidya Listiyono Anggota DPRD Kaltim menyayangkan pemerintah masih terfokus pada industri hulu.
Menurutnya, dibalik ekspor batu bara dan migas, Pemprov Kaltim harus melihat potensi industri hilir dan tidak bergantung pada industri hulu yang akan segera habis.
“Kalau bicara batu bara dan gas alam itu akan segera habis. Pemerintah harus jeli melihat energi terbarukan,” ujar anggota komisi II itu.
Dikatakan Tyo, sapaan akrabnya, pemerintah jangan sampai mengulang kesalahan yang sama. Di mana pemerintah kala itu mengekspor kayu untuk kemudian diimpor kembali setelah menjadi barang dengan harga berpuluh kali lipat.
Ia menambahkan, dengan kecanggihan teknologi saat ini pemerintah seharusnya telah bisa memproduksi.
“Kenapa kita enggak bisa bikin sendiri? Bahannya kita ada. Teknologi bisa kita beli kok,” ujarnya ketus.
Diakhir kalimatnya, ia berharap agar pemerintah melalui dinas terkait bisa menggerakkan apa yang seharusnya dilakukan sejak dulu.
“Dunia saat ini bisa kita jangkau. Kita harus bergerak bekerja cerdas, jangan sampai kita menjadi penonton. Kita harus ambil peran, menjadi pemain utama,” pungkasnya.