Insitekaltim, Samarinda – Ruang publik yang nyaman tidak hanya menjadi tempat masyarakat beraktivitas, tetapi juga dapat menghidupkan interaksi sosial dan menggerakkan ekonomi lokal.
Berangkat dari gagasan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan rencana penataan kawasan Tarmidi dan sekitarnya, termasuk Jalan Lambung Mangkurat, dengan mengintegrasikan fasilitas olahraga, ruang komunitas, dan sentra kuliner khas daerah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan konsep pengembangan kawasan tersebut telah dituangkan dalam desain. Salah satu area yang menjadi perhatian berada di sepanjang Jalan Lambung Mangkurat, dari kawasan Jembatan Lambung Mangkurat hingga kantor kelurahan.
Menurutnya, sejumlah bangunan rumah toko (ruko) dan kawasan permukiman di lokasi tersebut berpotensi berkaitan dengan rencana pengembangan. Karena itu, proses pembebasan lahan menjadi salah satu aspek yang diharapkan dapat mendukung realisasi penataan kawasan.
“Desainnya lumayan bagus. Nanti juga di dalamnya ada lapangan futsal dan lapangan voli,” Ungkap Marnabas. Selasa, 27 Oktober 2026.
Keberadaan fasilitas olahraga tersebut diharapkan dapat memperluas fungsi kawasan, sehingga tidak hanya menjadi jalur aktivitas warga, tetapi juga ruang yang mendukung kegiatan olahraga dan interaksi masyarakat. Meski demikian, realisasinya tetap memerlukan tahapan perencanaan dan kesiapan lahan.
Dari sisi pembiayaan, Marnabas menyebutkan pihaknya telah merencanakan penyusunan detail engineering design (DED) sebagai dasar teknis pembangunan.
Sementara itu, penyediaan sejumlah fasilitas akan diupayakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga agar pengembangan kawasan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, keterlibatan pihak swasta menjadi salah satu opsi untuk mendukung penyediaan fasilitas yang direncanakan. Konsep kawasan yang terintegrasi diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi antara pemerintah dan pihak lain dalam pembangunan ruang publik.
“Skema itu dipilih untuk menekan biaya yang harus ditanggung pemerintah kota, dengan konsep kawasan yang dilengkapi berbagai fasilitas berpotensi menarik minat pihak swasta untuk ikut berpartisipasi,” Jelas Marnabas.
Selain pengembangan kawasan Tarmidi dan Lambung Mangkurat, Pemkot Samarinda juga merencanakan penataan ruang bagi komunitas permainan catur di seberang Pasar Sungai Dama.
Area tersebut diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul yang lebih memadai bagi masyarakat yang selama ini memanfaatkan lokasi itu untuk bermain catur dan berinteraksi.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang aktivitas komunitas yang lebih tertata. Dengan fasilitas yang sesuai kebutuhan, kegiatan masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman tanpa mengabaikan fungsi kawasan di sekitarnya.
Pengembangan Jalan Lambung Mangkurat juga diarahkan untuk mendukung penataan sentra kuliner khas yang telah menjadi bagian dari keseharian warga Samarinda. Sejumlah jenis makanan, seperti nasi kuning dan ketupat Kandangan, direncanakan mendapat ruang usaha yang lebih terorganisasi.
Selama ini, pedagang kuliner masih menempati sejumlah titik yang terpisah. Melalui penataan sentra kuliner, Pemkot berharap aktivitas perdagangan dapat terpusat dalam kawasan dengan tampilan bangunan yang lebih seragam dan tertata.
“Karena selama ini pedagang kuliner di sana masih berada di sejumlah titik yang terpisah. Dengan rencana ini akan menciptakan kawasan dengan tampilan depan bangunan yang seragam sehingga lebih rapi dan terorganisasi,” Jelas Marnabas.
Marnabas menegaskan, pengembangan sejumlah titik tersebut diharapkan dapat menghadirkan ruang yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dengan pengembangan sejumlah titik tersebut, Pemkot Samarinda berupaya menghadirkan kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mendukung kegiatan ekonomi lokal melalui penataan pedagang dan keterlibatan pihak swasta,” Pungkasnya. (ADV)

