Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan komitmennya dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Komitmen tersebut disampaikan saat peresmian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah di Siradj Salman, yang menjadi bagian dari jaringan dapur Makanan Gizi Grastis (MBG) untuk masyarakat.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri saat menyampaikan sambutannya pada Peresmian Dapur MBG, ia menyebut bahwa kualitas berpikir dan perilaku manusia sangat ditentukan oleh kecukupan gizi sejak usia dini.

Menurutnya, pemenuhan gizi bukan hanya kebutuhan biologis, tetapi juga berpengaruh terhadap kejernihan berpikir, sikap moral, serta kemampuan menjalankan tanggung jawab sosial dan keagamaan.
“Kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh kualitas pemenuhan gizi. Kalau gizinya baik, maka cara berpikirnya jernih, tahu mana yang halal dan haram, serta mampu menjalankan tugas serta kewajibannya,” ujar Saefuddin Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dapur layanan gizi yang dikelola oleh Muhammadiyah tersebut merupakan dapur ke 46 yang beroperasi di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan jumlah dapur total di Samarinda sendiri akan terus bertambah, peningkatan jumlah dapur menunjukkan tingginya kebutuhan serta keberlanjutan program pemenuhan gizi di daerah.
Program ini menyasar kelompok rentan, mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak usia sekolah. Wali Kota menilai kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan SDM nasional melalui intervensi gizi yang berkelanjutan.
“Anak-anak sekarang alhamdulillah sudah disiapkan makan yang bergizi. Ini bagian dari investasi masa depan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berdaya saing,” katanya.
Selain hal itu, ia juga menyebut bahwa program pemenuhan gizi merupakan kebijakan strategis nasional yang telah direncanakan dan dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto, sehingga pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk mendukung penuh pelaksanaannya di lapangan.
Menjelang mengakhiri sambutannya, Pemkot berharap keberadaan dapur layanan gizi Muhammadiyah dapat terus diperluas dan beroperasi secara berkelanjutan. Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, program ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha dan pengelola dapur.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, kami berharap layanan ini terus berjalan dan bertambah, sehingga anak-anak kita kelak menjadi generasi yang saleh dan mampu membangun daerah,” pungkasnya.
