Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 89 orang tersangka berhasil diamankan selama pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026 yang digelar oleh jajaran Polresta Samarinda.
Operasi yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Idulfitri tersebut bertujuan menekan berbagai tindak kriminal dan penyakit masyarakat di wilayah Kota Samarinda.

Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Samarinda Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Hendri Umar menjelaskan, dari total 89 tersangka yang diamankan, sebanyak 58 orang terlibat dalam kasus tindak pidana, sementara 31 orang lainnya terkait tindak pidana ringan (Tipiring).
“Dari 89 tersangka yang diamankan, 58 orang terkait tindak pidana dan 31 lainnya merupakan pelaku tindak pidana ringan yang ditangani oleh jajaran kepolisian,” ujar Hendri, Senin, 16 Maret 2026.
Adapun kasus tindak pidana ringan yang paling banyak diungkap berkaitan dengan penjualan minuman keras tanpa izin. Dalam operasi tersebut, petugas juga menemukan peredaran minuman keras dalam jumlah besar.
Salah satu temuan yang cukup menonjol adalah dua truk yang mengangkut minuman keras jenis cap tikus (CT) dengan total muatan sekitar 10 ton yang diduga berasal dari Manado.
“Temuan yang cukup menonjol adalah adanya dua truk bermuatan minuman keras cap tikus sekitar 10 ton yang masuk melalui kontainer barang campuran di Pelabuhan Palaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, seluruh kasus tindak pidana ringan tersebut telah diproses melalui persidangan dan sebagian besar pelaku telah menerima keputusan dari pengadilan.
Selain mengamankan tersangka, kepolisian juga menyita berbagai barang bukti baik itu dari sajam, senpi hingga barang lain yang digunakan dari para pelaku.
“Di antaranya 24 senjata tajam, sembilan unit telepon genggam, sepeda motor, rekaman CCTV, serta sejumlah barang lain yang berkaitan dengan tindak kejahatan,” ungkapnya.
Melalui operasi ini, kepolisian berharap dapat memberikan efek jera kepada para pelaku sekaligus menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Kota Samarinda.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Dengan dukungan masyarakat, diharapkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban menjelang perayaan Idulfitri dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.
