
Insitekaltim,Samarinda– Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong beberapa peraturan daerah. Peraturan daerah (perda) yang sedang didorong para wakil rakyat tersebut meliputi Perda Pengelolaan Aliran Sungai Mahakam, Perda Ketenagakerjaan.
“Komisi II hari ini sudah mendorong Perda Pengelolaan Aliran Sungai Mahakam dan Perda Ketenagakerjaan,”ungkap Ketua Komisi II Provinsi Kalimantan Timur, Nidya Listiyono saat melaksanakan sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah Provinsi Kaltim Nomor 1 Tentang Perubahan Kedua Atas Perubahan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah, Sabtu (28/1/2023) di Jalan Wijaya Kusuma, Samarinda.
Dikatakan Nidya Listiyono, masyarakat Kaltim harus siap berkompetisi dengan tenaga kerja yang berasal dari luar maupun tenaga kerja asing.
“Yang menjadi masalah adalah masyarakat kita harus siap untuk berkompetisi dengan tenaga luar dan tenaga asing,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan Nidya sapaan akrab Nidya Listiyono, kata kunci dalam Perda Nomor 1 Tentang Perubahan Kedua Atas Perubahan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah yakni bagaimana pemerintah provinsi proaktif dan kreatif.
“Perda ini kata kuncinya adalah Pemerintah Provinsi Kaltim harus proaktif dan kreatif sehingga warga dapat membayar pajak tepat waktu” katanya.
Selain itu, pajak itu bersifat memaksa tetapi karena proses pembayarannya antre, maka ada kecenderungan orang menjadi malas untuk membayar pajak.
“Tapi hari ini semua dipermudah, Bapenda Kaltim bikin terobosan dengan bekerja sama dengan channel link, Indomaret, Kantor Pos. Pakai ATM bisa dan dimana pun bisa bayar,” sebutnya.
Salah satu upaya untuk bagaimana mengajak untuk bisa membayar pajak, terang Nidya, yakni dengan memberikan stimulan atau reward.
“Hari ini Bapenda melaksanakan undian sebagai stimulus bagaimana masyarakat agar sadar membayar pajak. Ada masyarakat yang sudah lama tidak membayar pajak dan dendanya bisa digratiskan,”ucapnya.
“Tentu kami apresiasi Bapenda Kaltim, sudah membuka posko di daerah-daerah yang jauh dari jangkauan pelayanan,”sambung Nidya.
