Artikel ini telah dilihat : 358 kali.
oleh

Mardiyem Dalang Ora Kentekan Lakon, Tetap Inovatif Meski Pandemi

Reporter: Mohammad-Editor: Redaksi

Insitekaltim, Bontang – Mardiyem terlahir di pulau Jawa, tepatnya di Kota Sleman, Yogyakarta. Tepatnya pada 22 April 1977. Saat ini, dia berprofesi sebagai guru yang sedang mengajar mata pelajaran PPKN di SMPN 4 Bontang.

Mardiyem kecil sempat mengenyam pendidikan di SDN Kebonagung 1 Sleman Yogyakarta. Setelah tamat, dia melanjutkan ke SMP Kanisius Klepu Sleman, Yogyakarta. Selanjutnya, Mardiem meneruskan sekolahnya di SMA Stela Duce 11 Yogyakarta. Selanjutnya Mardiyem melanjutkan kuliah di Universitas PGRI Yogyakarta.

Dia dikenal sebagai guru yang tegas dan dikarunia dua orang putra. Yakni, Dimas Kresna Priyatno dan Bima Mulya Priyatno.

Tahun 2018, Mardiyem tercatat sebagai juara 4 guru berprestasi tingkat Bontang. Mardiem berpesan kepada semua pelajar agar selalu mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Dia berharap semoga pandemi Covid-19 ini cepat berakhir.

“Lebih bersemangat lagi belajar, meskipun belajar dari rumah. Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berakhir,” ungkapnya kepada insitekaltim.com Senin (2/11/2020).

Saat ini Mardiyem tinggal di Jalan KS Tubun, Perum Citra Khatulistiwa bersama keluarganya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mempercayainya sebagai Tim Penyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) pada semester I 2020.

Atas karyanya tersebut, Disdikbud Bontang memberikan penghargaan berupa piagam dan SK Tim Penyusun LKS untuk SMP di Kota Bontang.

Selama penyusunan LKS, Mardiyem mengalami berbagai kendala seperti waktu yang terlalu sempit dan harus mendampingi anak didiknya dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Mungkin waktu yang terlalu mepet, sedang kami masih harus mendampingi siswa dalam proses PJJ,” ungkapnya.

Mardiyem mengatakan, banyak siswanya mengalami kendala dalam PJJ. Ia tidak bisa mengontrol keikutsertaan siswanya secara aktif karena kendala peralatan yang dipunyai siswa terbatas. Seperti, HP punya orang tua yang dibawa kerja dulu, jadi menunggu pulang kerja.

“Satu keluarga, memiliki empat anak. HP hanya ada satu. Maka, guru harus memiliki cara bagaimana agar siswa tetap belajar secara offline. Walaupun gurunya kerja dari rumah tetapi tetap datang melayani siswa,” kata Mardiem.

Mardiyem ucapkan terima kasih kepada media, melalui ini masyarakat akan lebih memahami bahwa selama pandemi guru pun berusaha semaksimal mungkin melakukan inovasi untuk menyampaikan materi pelajaran agar siswa tetap belajar.

Dengan fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bontang, pembelajaran jarak jauh tetap bisa berjalan lancar.

Pembelajaran melalui online membutuhkan paket data. Pemerintah pusat maupun pemerintah kota sudah memberikan paket data.

Inovasi lain agar anak tidak jenuh dengan belajar via HP, maka pemerintah kota bekerja sama dengan televisi swasta.

Inovasi guru dalam proses pembelajaran akan terlihat walaupun tidak tatap muka secara langsung.

“Tidak punya HP tidak ada televisi, Disdikbud Kota Bontang memberikan LKS secara gratis.

Ia lantas mengambil pepatah Jawa,”Dalang ora kentekan lakon.” Artinya dalang tidak kurang cerita, demi masa depan putra putri generasi penerus Kota Bontang yang hebat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot News