Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Kemenkum Kaltim»Mahakarya Tanjung Isuy Tenun Doyo Memukau Dunia di Sidang WIPO Ke-65
    Kemenkum Kaltim

    Mahakarya Tanjung Isuy Tenun Doyo Memukau Dunia di Sidang WIPO Ke-65

    Adit MustafaBy Adit MustafaJuli 18, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Jenewa – Tenun Doyo, sebuah mahakarya tekstil tradisional dari Tanjung Isuy, Jempang, Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur mencuri perhatian dunia internasional dalam Sidang Majelis Umum ke-65 Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) di Jenewa.

    Kain tenun yang kaya akan nilai budaya dan historis ini telah terdaftar sebagai Indikasi Geografis sejak 13 Agustus 2019 menegaskan posisinya sebagai salah satu produk kebanggaan Indonesia pada acara yang berlangsung pada 9-17 Juli 2024.

    Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur Santi Mediana dengan bangga menceritakan beragam keunikan Tenun Doyo di hadapan para peserta Sidang WIPO.

    Menurutnya, keunikan Tenun Doyo terletak pada bahan benang Doyo yang menghasilkan motif kasar serta kemampuan kain untuk tidak kusut saat dilipat. Keistimewaan ini menjadi daya tarik tersendiri di mata internasional.

    “Ini adalah fitur yang sangat diapresiasi oleh para pengunjung pameran,” tutur Santi Medina, Rabu (18/7/2024).

    Tenun Doyo, yang diproduksi oleh Suku Dayak Benuaq menggunakan serat daun doyo yang berasal dari tanaman sejenis pandan yang tumbuh di pedalaman Kalimantan. Kain ini tidak hanya mencerminkan teknik penenunan yang cermat tetapi juga memiliki kemampuan unik untuk kembali ke bentuk semula tanpa meninggalkan lipatan berlebihan, menjadikannya sangat praktis dan estetik.

    Tidak hanya itu, motif-motif Tenun Doyo juga menggambarkan strata sosial pemakainya, menambah nilai budaya dan historis dari kain tersebut. Santi menekankan bahwa Tenun Doyo bukan sekadar pakaian, tapi juga memiliki nilai spiritual yang digunakan dalam berbagai upacara penting seperti upacara keagamaan, perkawinan dan bahkan kematian.

    Kain tenun ini diyakini telah ada sejak berabad-abad silam, hampir setua dengan keberadaan Hindu Kutai, menjadi simbol identitas yang kuat bagi Suku Dayak Benuaq.

    Dengan kehadiran di pameran internasional ini, diharapkan Tenun Doyo Benuaq Tanjung Isuy Jempang Kutai Barat semakin dikenal di kancah global. Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat perlindungan dan pengakuan terhadap produk Indikasi Geografis dari Indonesia, sekaligus mendorong kebanggaan nasional akan warisan budaya yang kaya dan beragam.

    “Kami bangga dapat memperkenalkan warisan budaya ini ke dunia internasional melalui pameran ini,” tandas Santi dengan penuh harap.

    Santi Mediana Panjaitan Tenun Doyo Benuaq WIPO Ke-65
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Genjot Daya Saing Produk Desa, Kemenkum Kaltim Percepat Pendaftaran Merek Kolektif KDMP

    Januari 22, 2026

    Lantik Enam PPNS, Kemenkum Kaltim Tegaskan Peran Strategis Penegakan Perda di Kukar

    Januari 19, 2026

    Empat Notaris Pengganti Dilantik, Hanton Hazali Tekankan Tanggung Jawab Profesi

    Januari 14, 2026

    Perkuat Perlindungan KI, Kanwil Kemenkum Kaltim Raih Penghargaan Sektor Perkebunan

    Desember 16, 2025

    Hak Kreator di Mata Dunia, Indonesia Usulkan Aturan Royalti Digital Mengikat

    Desember 1, 2025

    Kemenkum Kaltim Dorong Penguatan Regulasi Daerah dan Digitalisasi Produk Hukum di Mahulu

    November 20, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    Andika SaputraApril 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Berangkat dari keresahan pribadi hingga keterbatasan fasilitas seni di daerah, Ramadhan S.…

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,052 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.