Artikel ini telah dilihat : 601 kali.
by

Lebih dari 1.600 Karyawan PT Tirta Mahakam Di-PHK, Suwarso: Perusahaan Lain Segera Melapor Ke Disnaker

Reporter: Dina – Editor: Redaksi

Insitekaltim, Samarinda – Pandemi Covid-19 berdampak pada ribuan tenaga kerja di sejumlah perusahaan, yang beroperasi khususnya di Kecamatan Palaran Samarinda. Banyak perusahaan merumahkan karyawannya. Bukan tidak mungkin akan lebih banyak lagi yang akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dikonfirmasi, Camat Palaran, Suwarso, Sabtu (9/5/2020), kepada Insitekaltim, mengatakan ia menerima laporan dari bagian human resources development (HRD) PT Tirta Mahakam, bahwa perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan kayu itu, telah mem-PHK lebih dari seribu karyawannya.

“Sekitar 1.628 karyawan telah di-PHK oleh PT Tirta Mahakam, disampaikan oleh HRD di perusahaan tersebut. Itu baru satu perusahaan, belum yang lain,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, perihal PHK ini terpaksa dilakukan, karena kondisi pasar tidak kondusif, akibat dampak hebat penyebaran Covid-19 di seluruh dunia.

Suwarso membeberkan, tidak hanya buruh PT Tirta Mahakam, juga ribuan pekerja dari perusahaan lain. Seperti perusahaan perkapalan dan batu bara dan lainnya, ikut terkena dampak Covid-19. Sebagian dari mereka terpaksa harus dirumahkan.

“Untuk karyawan PT Tirta Mahakam yang di-PHK, telah melaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, agar segera diberikan tindak lanjut berupa bantuan,” ucapnya.

Berharap agar karyawan bisa langsung dibantu mendapatkan Kartu Prakerja. Hal ini penting untuk menghindari permasalahan baru, terkait ekonomi dan sosial apalagi kriminal.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar perusahaan yang melakukan PHK juga melapor. Supaya pemerintah bisa segera mencari solusi terbaik atas permasalahan ini.

“Lebih-lebih pedagang pasar malam dan pedagang kecil, yang hingga sekarang sulit beroprasi. Ditambah lagi daya beli masyarakat semakin menurun membuat perekonomian semakin terperosok,” sambungnya.

Kata dia, khusus di Palaran, ada sekitar 300 pedagang pasar malam. Jumlah yang sama untuk pedagang kecil lainnya, yang terkena dampak Covid-19.

Suwarso menerangkan, buruh dan pedagang sangat merasakan dampak Covid-19. Namun justru bagi para petani di Palaran, ternyata di tengah serangan hebat pandemi Covid-19, petani Palaran tetap bisa beraktivtas.

“Alhamdulillah, pertanian di sini masih berjalan, beraktivtas seperti menanam tetap dilakukan. Kecuali yang ada masalah genangan air. Itu soal lain, apalagi seringnya hujan beberapa hari ini,” paparnya.

Camat yang terkenal humoris ini menuturkan, petani Palaran justru makin sehat sejak pandemi Covid-19 ini. “Mungkin karena aktivitas yang dilakukan panas-panas ke sawah setiap hari ,”tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed