
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim,Sangatta – Pasca liburan lebaran tahun 2022 ini, kasus Covid-19 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak mengalami kenaikan seperti liburan sebelumnya.
Menyikapi kebijakan dari pemerintah pusat terhadap kelonggaran melepas masker, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menilai telah siap merubah pandemi ke endemi.
“Kalau kita lihat dari tren kasusnya, biasanya pasca liburan angkanya naik, tapi ini tidak, terakhir kemarin hanya 7 kasus saja, jadi kalau pusat memutuskan pandemi ke endemi, kami siap-siap saja,” kata Kepala Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal melalui sambungan telepon pribadinya, Kamis (26/5/2022)
Putusan presiden yang memperbolehkan masyarakat melepas masker di luar ruangan, diikuti oleh Dinkes Kutim. Namun, jika masyarakat yang memiliki gejala-gejala Covid-19 seperti batuk atau pilek bahkan demam diminta untuk tetap memakai masker.
“Perusahaan di Kutim juga masih menerapkan aturan memakai masker di areanya, hanya saja diberi kelonggaran seperti kalau tidak pakai masker tidak ada sanksinya,” terangnya.
Selain itu, bentuk kelonggaran lainnya juga telah dilakukan di lingkungan masyarakat. Salah satunya diperbolehkannya salat berjamaah di masjid tanpa jarak.
“Upaya-upaya lainnya seperti pemberian vaksinasi terus kami lakukan, pencapaian vaksinasi kita untuk dosis 1 dan 2 sudah 90 persenan, sedangkan dosis 3 sebanyak 40 persen,” urai Bahrani.
Sebagai tambahan, vaksinasi masal sudah jarang dilakukan, akan tetapi Dinkes Kutim menyediakan vaksin di berbagai fasilitas kesehatan (faskes) seperti Puskesmas di masing-masing kecamatan. Sehingga masyarakat dapat mendaftar dan vaksinasi di Puskesmas terdekat.

