Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Kukar Sukses Turunkan Stunting, Tetap Waspada Angka Kematian Ibu dan Anak
    DPRD Kaltim

    Kukar Sukses Turunkan Stunting, Tetap Waspada Angka Kematian Ibu dan Anak

    SittiBy SittiJuli 4, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Angka stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil ditekan secara signifikan. Dari sebelumnya 27,1 persen pada 2022, kini turun menjadi 14,2 persen pada 2024. Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, yang menyebut kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama, terutama peran aktif ketua RT di tingkat paling bawah.

    “Menurut saya, capaian ini tidak lepas dari peran kawan-kawan ketua RT se-Kukar. Mereka adalah ujung tombak aktivasi pembinaan dan sosialisasi stunting, juga kemiskinan dan masalah sosial lainnya,” ujar Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim itu, Selasa, 1 Juli 2025.

    Meski mengapresiasi capaian tersebut, Salehuddin mengingatkan agar euforia keberhasilan penurunan stunting tidak membuat semua pihak lengah. Ia menyoroti angka kematian ibu dan anak di Kukar yang masih tergolong tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Kaltim.

    “Stunting memang sudah turun, tapi jangan lupa, angka kematian ibu dan anak di Kutai Kartanegara masih termasuk yang tertinggi dari 10 kabupaten/kota di Kaltim,” tegas politisi Partai Golkar itu.

    Salehuddin juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia. Menurutnya, banyak persoalan mendasar yang bermuara pada kondisi keluarga, mulai dari stunting, kemiskinan, perceraian, hingga kematian ibu dan anak.

    “Banyak persoalan muncul dari keluarga. Karena itu, kita harus benar-benar serius menerapkan Perda Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga Provinsi Kaltim,” katanya.

    Ia menambahkan, perbaikan gizi dan kesehatan anak harus menjadi prioritas dalam jangka panjang agar mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dengan kualitas sumber daya manusia yang sehat dan kuat, target pembangunan nasional dapat tercapai secara optimal.

    “Maka, sinergi antar OPD, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan harus diperkuat agar angka stunting terus ditekan, dan persoalan kesehatan ibu serta anak juga bisa diselesaikan,” lanjutnya.

    Menurut Salehuddin, keberhasilan menurunkan stunting hingga 14,2 persen di Kukar adalah modal besar untuk mendorong daerah lain di Kaltim agar bisa mengikuti jejak serupa. Namun, ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai selama masih ada tantangan besar di bidang kesehatan lainnya.

    “Menurunkan stunting adalah langkah besar, tapi kita tidak boleh abai pada masalah lain seperti angka kematian ibu dan anak. Itu PR kita bersama,” tutupnya.

    OPD Salehuddin Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Pemeriksaan Terinci Dimulai, Pemkot Samarinda Siapkan Dokumen untuk Target WTP

    April 6, 2026

    Gubernur Kaltim Tekankan Serapan Anggaran Triwulan II, WFH Diklaim Tekan Biaya Operasional

    April 6, 2026

    Pokir DPRD Kaltim Terancam Berkurang, DPRD Minta Aspirasi Masyarakat Tetap Diakomodasi

    April 2, 2026

    Usai Dilantik, Sekda Samarinda Neneng Chamelia Santi Siap Perkuat Kolaborasi Hadapi Tekanan Fiskal

    April 2, 2026

    DPRD Kaltim Ingatkan WFH Tak Ganggu Pelayanan Publik, Soroti Potensi Kecemburuan ASN

    April 2, 2026

    Jalan Damai Rusak dan Rawan Kecelakaan, Samarinda Ilir Dorong Jadi Prioritas 2027

    April 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    Andika SaputraApril 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di Kota Samarinda dinilai memerlukan keterlibatan…

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,053 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.