Insitekaltim, Samarinda — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda mulai melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kelancaran arus mudik pada masa Angkutan Lebaran 2026. Masa pelayanan angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung mulai 13-30 Maret 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala KSOP Kelas I Samarinda Ridha Rengreng saat memberikan keterangan terkait kesiapan pelaksanaan angkutan mudik melalui jalur laut.
Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menetapkan jadwal operasional Angkutan Lebaran yang dimulai pertengahan Maret.
“Insyaallah kalau kita di Kementerian Perhubungan di bawah naungan Ditjen Perhubungan Laut, dimulai pada tanggal 13 sampai 30 Maret 2026. Insyaallah nanti pada hari Kamis kita akan melaksanakan apel siaga berkaitan dengan Angkutan Lebaran 2026,” ujar Ridha Senin, 9 Maret 2026.
Ia mengatakan, sejumlah langkah berbeda dilakukan tahun ini guna meningkatkan keselamatan pelayaran, terutama bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan kapal laut dari Samarinda menuju Parepare.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat sosialisasi keselamatan kepada para awak kapal, mulai dari nahkoda hingga kru kapal serta operator pelayaran.
“Tindakan yang berbeda memang kita lakukan sejak awal. Kita sudah memulai dengan sosialisasi keselamatan mulai dari nahkoda sampai kru kapal, termasuk operator yang biasanya memang tidak pernah kita lakukan sebelumnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, KSOP Samarinda mengumpulkan empat kapal untuk mengikuti sosialisasi keselamatan pelayaran. Para awak kapal diberikan pemahaman mengenai standar keamanan, keselamatan, serta penggunaan alat-alat navigasi di kapal.
“Tahun ini kita sudah melaksanakan sosialisasi dengan mengumpulkan empat kapal, mulai dari nakhoda sampai kru kapal. Kita berikan penekanan terkait keamanan, keselamatan, serta penggunaan alat-alat navigasi,” katanya.
Selain hal itu, KSOP Samarinda juga melakukan pengawasan lebih awal melalui kegiatan uji petik terhadap kapal yang akan melayani angkutan mudik. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya turut melibatkan tim dari pusat, yakni Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkappel).
“Lebih awal juga kita lakukan uji petik, dan kemarin melibatkan tim dari pusat, dari Ditkappel. Sebelumnya dari tahun ke tahun memang belum pernah kita libatkan,” ungkapnya.
Kata dia, berbagai langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang selama perjalanan mudik melalui jalur laut.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kita lebih mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi saudara-saudara kita yang melakukan mudik dari Samarinda ke Parepare,” pungkasnya.
