Insitekaltim, Samarinda – Harga gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di Samarinda mengalami kenaikan secara bertahap menjelang Hari Raya Idulfitri.
Meski demikian, kebutuhan masyarakat terhadap gas subsidi tersebut tetap tinggi dan tidak menunjukkan penurunan signifikan.
Penjual LPG 3 kg di Pasar Rahmat Jalan Lambung Mangkurat Samarinda Roni mengungkapkan, kenaikan harga sudah mulai terjadi sejak awal tahun. Ia menyebutkan, pada Januari lalu harga LPG masih berada di kisaran Rp35 ribu per tabung.
“Dari awal Januari itu sekitar Rp35 ribu, kemudian di Februari naik lagi jadi Rp38 ribu,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.
Memasuki pertengahan Maret atau mendekati Lebaran, harga kembali mengalami kenaikan hingga mencapai Rp40 ribu per tabung.
Kenaikan tersebut terjadi secara bertahap mengikuti kondisi pasar dan distribusi barang. Menurut Roni, tren kenaikan harga LPG menjelang hari besar keagamaan seperti Lebaran memang kerap terjadi setiap tahun.
Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya untuk aktivitas memasak yang lebih intens dibanding hari biasa.
“Kalau mau Lebaran memang biasanya naik, karena kebutuhan juga meningkat,” jelasnya.
Meski harga mengalami kenaikan, ia menilai daya beli masyarakat tidak terlalu terpengaruh. LPG 3 kg tetap menjadi kebutuhan utama rumah tangga sehingga tetap dibeli meskipun harganya lebih tinggi.
“Pembeli tetap ada, karena ini kebutuhan pokok. Mau tidak mau tetap beli,” katanya.
Ia bahkan menyebut beberapa pembeli membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya sebagai bentuk antisipasi kebutuhan selama Lebaran.
“Ada juga yang beli sampai beberapa tabung sekaligus, mungkin untuk persiapan,” tambahnya.
Roni memastikan bahwa stok LPG di tingkat penjual masih relatif aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Hingga saat ini, belum ada kelangkaan yang signifikan di lapangan.
Menurutnya, distribusi LPG masih berjalan lancar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan barang.
Namun, ia tetap mengimbau agar pembelian dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.
“Kita harap masyarakat beli secukupnya saja, supaya tetap merata,” ujarnya.
Ia berharap setelah momen Lebaran berlalu, harga LPG dapat kembali stabil seperti sebelumnya.
Hal ini penting agar tidak memberatkan masyarakat, terutama kalangan rumah tangga yang bergantung pada LPG subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Harapannya setelah Lebaran harga bisa kembali normal,” pungkasnya.
