
Reporter: Dina – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Program kartu Prakerja disebut aneh diberlakukan di tengah pandemi Covid-19. Seharusnya pemerintah saat ini fokus pada penanganan penyebaran wabah Covid-19 tersebut.
Hal ini disampaikan, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, H. Jawad Sirajuddin, kepada Insitekaltim via telepon seluler, Senin (27/4/2020).
“Munculnya program di tengah wabah seperti ini akan membuat repot. Seharusnya pemerintah paham akan hal tersebut,” bebernya.
Ia menjelaskan, tidak tepat jika diberikan program kartu Prakerja. Karena bisa dijadikan cara penanganan ekonomi pasca wabah Covid-19 selesai. Bukan main nantinya akan banyak sekali pengangguran, baik yang di-PHK maupun perusahaannya tidak mampu lagi memutar roda ekonominya.
Lebih lanjut, Jawad mempaparkan bagusnya konsep itu fokuskan pada penanganan Covid-19 dahulu. Berapa anggaran yang diberikan, salurkan semua. Setelah itu baru mengawal kembali ekonomi di Indonesia agar segera dilakukannya pemulihan.
“Masyarakat masih bingung gimana cara daftarnya. Belum lagi yang tidak paham cara daftar online. Kita ketahui, program ini diperuntukkan bagi pengangguran. Saat ini hampir seluruh tempat pekerjaan setop operasi,” sambungnya.
“Intinya program kartu Prakerja, tidak tepat jika diluncurkan sekarang,” tegasnya.
Anggota Komisi IV ini berpesan, agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap program Prakerja, dan masyarakat diharapkan tidak terbuai akan adanya program ini. Ditakutkan, jika tidak sesuai harapan akan berdampak pada gangguan kejiwaan.
