Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed Kusasih menyebutkan, konsumsi makanan berlemak dan berminyak selama momen Lebaran tidak serta-merta menyebabkan lonjakan signifikan penyakit seperti kolesterol, asam urat, maupun hipertensi.
Hal ini disampaikan Ismed saat menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait pola makan yang cenderung berlebihan selama libur panjang.
Menurutnya, potensi peningkatan kasus tetap ada, namun diperkirakan tidak signifikan karena sebagian besar masyarakat, khususnya yang memiliki riwayat penyakit, sudah memahami cara menjaga kondisi kesehatannya.
“Nanti kita lihat ya. Kalaupun terjadi peningkatan ya mungkin tidak signifikan. Karena mereka sudah tahu, apalagi yang sudah menderita diabetes atau hipertensi, pasti sudah disampaikan dan mereka mengetahui bahwa harus menjaga,” ujar Ismed Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menjelaskan, Dinkes terus memantau perkembangan penyakit melalui sistem surveilans yang mengumpulkan data dari berbagai fasilitas layanan kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit. Data tersebut menjadi acuan untuk melihat tren peningkatan penyakit pasca libur Lebaran.
“Makanya di kesehatan itu ada namanya surveilans penyakit. Data itu kita dapatkan dari laporan fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ismed juga membagikan tips sederhana kepada masyarakat untuk mencegah munculnya penyakit setelah libur panjang, yakni dengan tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan maupun minuman.
“Tips kesehatan yang paling enak itu sebenarnya sederhana, yaitu jangan melampaui batas. Apa pun yang kita konsumsi, termasuk makanan berlemak, jangan berlebihan. Itu yang paling utama,” tegasnya.
Ia menambahkan setiap jenis makanan memiliki batas konsumsi yang cukup, sebaiknya diperhatikan oleh masyarakat. Dengan menjaga pola makan yang seimbang, risiko munculnya penyakit dapat ditekan.
Melalui Dinkes Samarinda, ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat pasca Lebaran, termasuk mengontrol asupan makanan, rutin beraktivitas fisik, serta memeriksakan kesehatan secara berkala, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit.
