Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Jalan, Kasus KIPI di Karo Dinilai Tak Berkaitan dengan Vaksin HPV

    September 11, 2026

    Kemarau Melanda Daerah Pemasok, Pemerintah Antisipasi Gangguan Pasokan Pangan

    September 11, 2026

    Seno Aji Targetkan Produktivitas Padi Kaltim Tembus 7 Ton per Hektare

    September 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Harga LPG 3 kg di Samarinda Melonjak di Hari Ketiga Lebaran, Warga Keluhkan Distribusi
    Ekonomi

    Harga LPG 3 kg di Samarinda Melonjak di Hari Ketiga Lebaran, Warga Keluhkan Distribusi

    RidhoBy RidhoMaret 23, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gas elpiji melon berkapasitas 3 kilogram, harga mulai melonjak di hari ke 3 lebaran (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Harga gas elpiji (LPG) 3 kg di Kota Samarinda dilaporkan mengalami lonjakan signifikan pada hari ketiga Lebaran, Senin 23 Maret 2026. Kondisi ini terjadi meski pemerintah sebelumnya memastikan stok dalam keadaan aman.

    Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menjelaskan, kekosongan LPG yang sempat ditemukan saat peninjauan di salah satu pangkalan disebabkan keterlambatan pasokan dari distributor.

    Ia menyebut, saat dilakukan pengecekan di pangkalan Jalan Pattimura, Samarinda Seberang, Rabu 11 Maret 2026, stok LPG kebetulan sedang habis karena masih menunggu pengiriman.

    Saefuddin menegaskan, secara umum ketersediaan LPG 3 kilogram di Samarinda tidak mengalami kelangkaan. Distribusi dari distributor ke pangkalan disebut tetap berjalan normal tanpa adanya laporan kekurangan.

    Namun, kondisi di lapangan menunjukkan hal berbeda. Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh LPG dengan harga wajar. Di tingkat pengecer, harga gas bersubsidi tersebut melonjak hingga Rp43 ribu sampai Rp50 ribu per tabung, jauh di atas harga normal.

    Seorang warga mengungkapkan, kelangkaan di tingkat pengecer membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain membeli dengan harga tinggi untuk memenuhi kebutuhan memasak selama Lebaran.

    Di sisi lain, penjual eceran mengakui kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan yang mereka terima, terutama selama periode libur Lebaran. Tingginya permintaan masyarakat juga turut memengaruhi harga di pasaran.

    Menurut mereka, ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan membuat harga LPG kg tidak dapat dikendalikan di tingkat pengecer.

    Lonjakan konsumsi LPG selama Lebaran, khususnya untuk kebutuhan memasak, menjadi salah satu faktor utama meningkatnya permintaan. Kondisi ini diperparah dengan distribusi yang tidak berjalan optimal pada awal masa libur.

    Meski pemerintah memastikan stok dalam kondisi aman, masyarakat berharap adanya pengawasan lebih ketat terhadap distribusi dan harga LPG 3 kg di lapangan. Hal ini dinilai penting untuk mencegah lonjakan harga yang memberatkan, terutama bagi warga berpenghasilan menengah ke bawah.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Seno Aji Targetkan Produktivitas Padi Kaltim Tembus 7 Ton per Hektare

    September 11, 2026

    BIFF Dorong Wastra dan Kriya Kaltim Naik Kelas ke Pasar Global

    September 10, 2026

    Anggaran Kemenkeu 2027 Rp49,8 Triliun, Belanja Dituntut Berorientasi Hasil

    September 9, 2026

    Sawah Betapus Dilanda Kekeringan, Petani Khawatir Hasil Panen Anjlok

    September 9, 2026

    Aset Daerah Kaltim Banyak Belum Produktif, Pansus Dorong Jadi Sumber PAD

    September 8, 2026

    Pemkot Samarinda Perkuat Standar Harga untuk Cegah Mark Up Sejak Perencanaan

    September 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Jalan, Kasus KIPI di Karo Dinilai Tak Berkaitan dengan Vaksin HPV

    Ratu ArifanzaSeptember 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tetap dilanjutkan…

    Kemarau Melanda Daerah Pemasok, Pemerintah Antisipasi Gangguan Pasokan Pangan

    September 11, 2026

    Seno Aji Targetkan Produktivitas Padi Kaltim Tembus 7 Ton per Hektare

    September 11, 2026

    Putra Samarinda Tembus Timnas, Rizky Zammy Siap Berlaga di Asian Games 2026

    September 11, 2026

    Kaltim Bawa Pulang Tiga Medali dari Kejurnas Kabaddi U-21

    September 10, 2026
    1 2 3 … 3,333 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.