Insitekaltim, Kukar – Harga ikan laut di Pasar Wisma Loa Janan Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami fluktuasi yang cukup terasa dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga mulai dikeluhkan pembeli karena harga yang dinilai meningkat.

Seorang pedagang ikan laut Sayuti mengatakan, dirinya menjual berbagai jenis ikan seperti layang, tuna, dan bandeng dengan harga yang terus berubah mengikuti kondisi pasokan dari nelayan.
“Ikan laut ini harganya naik turun tergantung kondisi di laut, seperti gelombang dan angin,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Rabu, 18 Maret 2026.
Menurutnya, faktor cuaca menjadi penyebab utama fluktuasi harga ikan. Ketika gelombang tinggi atau angin kencang terjadi, aktivitas nelayan terganggu sehingga hasil tangkapan berkurang dan berdampak pada kenaikan harga di pasaran.
“Kalau cuaca tidak bagus, tangkapan nelayan sedikit, jadi harga ikan ikut naik,” jelasnya.
Saat ini, harga ikan laut di pasar tersebut berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram untuk beberapa jenis.
Ia menyebut kenaikan harga sudah mulai terjadi sejak awal tahun dan semakin terasa saat memasuki bulan puasa.
“Sekarang rata-rata Rp50 ribu, memang sempat naik sejak tahun baru, apalagi saat puasa ini,” katanya.
Kondisi tersebut turut dirasakan oleh pembeli Risna, salah satu warga yang berbelanja di pasar tersebut, mengaku terkejut dengan harga ikan yang menurutnya lebih tinggi dibandingkan biasanya.
“Tadi saya beli ikan harganya sudah Rp50 ribu. Kaget juga, karena rasanya naiknya cukup terasa,” ujarnya.
Ia menilai kenaikan harga ikan kali ini lebih signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski kenaikan harga kerap terjadi, menurutnya angka saat ini terasa lebih memberatkan.
“Kalau sebelumnya memang pernah naik, tapi tidak setinggi sekarang,” katanya.
Meski demikian, ia tetap membeli ikan karena menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun ia mengaku harus lebih mengatur pengeluaran agar tetap bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Terpaksa tetap beli, karena memang kebutuhan. Cuma sekarang harus lebih diatur lagi belanjanya,” jelasnya.
Di sisi lain, Sayuti mengaku sebagai pedagang hanya bisa mengikuti kondisi pasar dan tetap berjualan seperti biasa meski harga tidak stabil.
“Yang penting bisa jual, walaupun sedikit-sedikit tetap jalan,” ujarnya.
Baik pedagang maupun pembeli berharap harga ikan laut dapat kembali stabil sehingga tidak terlalu memberatkan kedua belah pihak.
