Artikel ini telah dilihat : 259 kali.
oleh

Guru Asli Daerah, Penuh Wibawa dan Menginspirasi

Reporter: Mohammad-Editor: Redaksi

Insitekaltim, Bontang – Perempuan yang lahir di Kota Taman ini sehari-hari bekerja sebagai guru di SMPN 6 Bontang. Dia adalah Maimunah, S.Pd atau biasa di panggil May. Dia lahir di Bontang tepatnya pada 18 September 1983.

Ibu dari 3 anak ini kini menetap di Jalan KS Tubun RT.29 Gang Koi 1, Rawa Indah, Kelurahan Tanjung Laut Indah.

May kecil mengenyam pendidikan di MI DDI Kota Bontang SMP dan melanjutkan ke MTs DDI Kota Bontang. Setelah itu dia melanjutkan ke jenjang sekolah menengah di SMKN 1 Kota Bontang Jurusan Kimia Industri. Dan meraih gelar S1 di Universitas Mulawarman Fakultas KIP, Jurusan Pendidikan Matematika.

Istri dari Jumardin ini dikaruniai 1 orang putra bernama Ahmad Fadhil, serta dua orang putri, Chayra Aerylin Salsabila dan Afizah Khairina Salsabila.

Disdikbud memercayakan May tergabung dalam tim penyusunan LKS semester I 2020 untuk SMP. Dia diberi kesempatan membuat mata pelajaran matematika untuk siswa SMP. Atas prestasinya ini, Disdikbud Bontang memberikan penghargaan berupa sertifikat dan SK tim penyusun LKS untuk SMP.

Baca Juga :  Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Sudah Dinikmati Peserta Didik

May berpesan kepada semua pelajar agar selalu mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 ini.

“Mematuhi aturan protokol kesehatan dan selalu bersemangat dalam dalam belajar selama Covid-19 ini,” ungkapnya kepada insitekaltim.com Sabtu (24/10/2020).

Dia mengatakan, selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) ia menemukan banyak kendala. Banyaknya siswa yang masih tidak memiliki sarana untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh dan kurangnya kerja sama dan bantuan dukungan dan pengawasan dari orang tua siswa.

“Siswa kami ada yang tidak memiliki HP sehingga harus pinjam ke saudara atau tetangga. Ada juga keluarga yang memiliki anak lebih dari dua dan hanya memiliki satu HP untuk digunakan bergantian. Jadi tugas yang dari guru harus dikoreksi hingga hari hari berikutnya,” tambahnya.

Selama penyusunan LKS, May mengalami berbagai kendala seperti waktu yang terlalu mepet dan harus mendampingi anak didiknya dalam pembelajaran jarak jauh.

“Bertepatan dengan kegiatan PJJ, dan kegiatan yang lain. Serta waktu yang cukup singkat dan harus bisa menyempatkan waktu untuk menyusun LKS,” sebutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed