Insitekaltim, Jakarta – Kebijakan Kalimantan Timur (Kaltim) dalam memperluas akses pendidikan dan kesehatan menjadi sorotan dalam ajang Indonesian Achievement dan The Best Performing Award 2026.
Arah pembangunan yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas tersebut turut menjadi dasar penghargaan bagi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud sebagai The Best Inspiring Leader dan Visionary Governor of The Year 2026.
Penghargaan tersebut diselenggarakan Sembilan Bersama Media (SBM) di Sunlake Resort Jakarta Jumat, 25 September 2026. Rudy Mas’ud dinilai memiliki langkah pembangunan yang menonjol pada awal periode kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Seno Aji, terutama melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian adalah program Gratispol Pendidikan. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan masyarakat Kaltim, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, termasuk kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral (S3).
Pada 2026, Pemprov Kaltim mengalokasikan sekitar Rp1,7 triliun untuk mendukung program pendidikan tersebut. Anggaran itu menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah dalam membuka kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan yang lebih luas.
Selain pendidikan, pemerintah daerah juga mendorong perluasan akses layanan kesehatan melalui Gratispol bidang kesehatan. Kebijakan tersebut diperkuat dengan cakupan Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhan.
Ketua Panitia Indonesian Achievement dan The Best Performing Award 2026, Laksamana Madya TNI (Purn) Gunadi mengatakan penghargaan diberikan kepada tokoh, pengusaha, lembaga, perusahaan maupun institusi yang dinilai memiliki capaian dan kontribusi positif.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berbuat lebih banyak bagi negeri,” ujar Gunadi.
Rudy Mas’ud berhalangan hadir sehingga penghargaan diterima Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim Jaya Mualimin yang mewakili Gubernur.
Jaya menyampaikan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemprov Kaltim untuk melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Visi dan misi pembangunan 2025–2030 menempatkan bidang kesehatan sebagai salah satu prioritas, di samping pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Penghargaan ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Arah kebijakan tersebut menunjukkan fokus pembangunan Kaltim tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kualitas manusia melalui akses pendidikan dan kesehatan.
Pemprov Kaltim menempatkan kedua sektor tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan yang inklusif. Perluasan akses pendidikan diharapkan meningkatkan kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan hingga jenjang tinggi, sementara penguatan layanan kesehatan diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
Kebijakan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan Kaltim 2025–2030 untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus kualitas hidup masyarakat.

