Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Olahraga»Empat Dekade Menyimak Formula 1, Mbi Patahkan Anggapan Balap Hanya Milik Pria
    Olahraga

    Empat Dekade Menyimak Formula 1, Mbi Patahkan Anggapan Balap Hanya Milik Pria

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 14, 2025Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Erma Handayani
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Erma Handayani atau yang akrab disapa Mbi membuktikan bahwa dunia balap Formula 1 bukan semata ranah kaum pria. Meski berprofesi sebagai ibu rumah tangga, Mbi dikenal piawai mengulas berbagai aspek F1, mulai dari strategi balapan, regulasi teknis, hingga karakter sirkuit yang kerap luput dari perhatian penonton awam.

    Ketertarikannya pada dunia balap telah tumbuh sejak era 1980-an. Kebiasaan sang ayah yang mengajaknya menonton berbagai ajang balap sejak kecil menjadi awal kecintaannya pada olahraga adu cepat tersebut. Seiring waktu, ketertarikan itu berkembang dan mengantarkannya dikenal sebagai salah satu penggemar Formula 1 yang disegani di kalangan pencinta balap mobil.

    “Dulu hanya tahu itu mobil balapan, belum paham soal teknologi atau mahalnya. Tapi rasanya sudah senang,” ujar Mbi Sabtu, 13 Desember 2025.

    Memasuki pertengahan 1980-an, Mbi mulai mengenal Formula 1 secara lebih mendalam. Antusiasmenya semakin menguat saat menyaksikan kemunculan Ayrton Senna pada 1984. Keberhasilan Senna menyaingi pembalap senior seperti Alain Prost, meski dengan mobil yang dinilai kurang kompetitif, memunculkan rasa ingin tahu yang besar dalam dirinya.

    “Dari situ saya mulai bertanya, apa sebenarnya yang membuat pembalap itu bisa seperti itu? Apa yang ada di dalam mobil dan apa yang ada di dalam dirinya,” tuturnya.

    Di tengah keterbatasan akses siaran kala itu, Mbi tetap setia mengikuti F1 melalui tayangan ulang dan cuplikan balapan di TVRI. Ia juga rajin membaca ulasan balapan di surat kabar, yang mengupas jalannya lomba secara detail, mulai dari strategi tim hingga manuver di lintasan.

    Perkembangan teknologi penyiaran tidak mengurangi kesetiaannya. Bahkan, saat harus menggunakan parabola dan memperbaikinya sendiri demi menangkap siaran, Mbi rela melakukannya agar tidak melewatkan satu balapan pun.

    Bagi Mbi, Formula 1 bukan sekadar tontonan, melainkan rangkaian cerita panjang yang saling terhubung dari satu musim ke musim berikutnya. Ketertarikannya pun meluas ke aspek teknis, seperti regulasi, karakter sirkuit, setelan mobil, hingga data telemetri.

    Ferrari menjadi salah satu tim yang mendorongnya mempelajari F1 lebih dalam, terutama ketika performa tim asal Italia tersebut mengalami pasang surut pada era 1990-an.

    “Justru karena Ferrari sedang sulit, saya jadi ingin tahu apa penyebabnya,” katanya.

    Seiring berkembangnya media digital, Mbi juga aktif berbagi pemahaman seputar Formula 1 melalui media sosial, khususnya akun TikTok milik anaknya. Melalui platform tersebut, ia kerap menjelaskan berbagai isu F1 yang tengah ramai diperbincangkan, mulai dari regulasi, insiden balapan, hingga keputusan steward, dengan pendekatan edukatif dan netral.

    Menurut Mbi, edukasi tersebut penting agar masyarakat tidak hanya melihat F1 dari hasil akhir, tetapi juga memahami proses serta aturan yang melatarbelakanginya. Penjelasan yang utuh, menurutnya, dapat meminimalkan kesalahpahaman dan spekulasi berlebihan di kalangan penggemar.

    Kecintaan terhadap Formula 1 juga mewarnai kehidupan keluarganya. Nama “William” menjadi simbol tersendiri, terinspirasi dari era kejayaan tim Williams, dan kemudian digunakan sebagai nama cucunya.

    Hingga kini, Mbi dikenal sebagai penggemar Formula 1 yang memahami balapan secara menyeluruh. Ia mampu membaca potensi mobil sejak grid start, memprediksi jalannya lomba, hingga menjelaskan regulasi secara lugas dan edukatif, meski memilih tetap netral di tengah fanatisme penggemar.

    Bagi Mbi, Formula 1 bukan sekadar olahraga, melainkan perjalanan panjang yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama puluhan tahun.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Dari Arena Skate ke Jaringan Persahabatan, Anak Muda Terhubung Tanpa Batas Daerah

    Juni 15, 2026

    Anggaran Minim, Samarinda Terancam Tak Kirim Seluruh Atlet Lolos BK ke Porprov Paser

    Juni 15, 2026

    Perisai Diri Kaltim: Pembinaan Silat Tak Hanya Kejar Prestasi

    Juni 15, 2026

    Sering Stres? Berenang Bisa Jadi Cara Sederhana Menenangkan Pikiran

    Juni 14, 2026

    Manfaat Gym untuk Kesehatan Tubuh, Tak Sekadar Membentuk Otot

    Juni 14, 2026

    Berenang Vs Lari, Mana yang Lebih Cepat Membakar Lemak Perut?

    Juni 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang…

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,147 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.