
Reporter: Akmal – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Anggota DPRD Provinsi Kaltim Jahidin soroti pelayanan air bersih Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda yang tidak maksimal, karena sebagian wilayah terjadi krisis air bersih.
“Sangat tidak logika kalau di Samarinda terjadi krisis air, kan sangat kelihatan Sungai Mahakam itu sumber air terbesar,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler beberapa hari lalu.
Ia mencontohkan seperti di wilayah Kelurahan Sungai Pinang dan Kecamatan Sambutan.
Keluhan warga tersebut sudah sering disampaikan saat dirinya melakukan reses atau menyerap aspirasi turun langsung ke lapangan. Warga di wilayah Sambutan dan Sungai Pinang meminta agar pelayanan air bersih dapat dinikmati seperti warga Samarinda yang lain.
Legislator Fraksi PKB ini mengatakan masyarakat Samarinda tidak selayaknya kesulitan mendapatkan air bersih. Karena Kota Samarinda dikelilingi sungai yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pengolahan air bersih oleh Perusahaan Air Minum milik Pemerintah Kota Samarinda.
“Jarak sumber air Sungai Mahakam dengan tempat pengelolaan Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda hanya 700 meter saja. Kok masih banyak masyarakat Kota Tepian yang belum menikmati fasilitas air bersih,” ucapnya.
Jahidin menilai kinerja Perumdam Kota Samarinda tidak maksimal, sehingga warga di beberapa wilayah tidak mendapatkan pelayanan.
“Kalau kita mengambil contoh seperti Kota Balikpapan yang hanya mengandalkan Sungai Lais yang sangat kecil. Tapi warga Balikpapan tidak pernah krisis air bersih,” pungkasnya.
