
Reporter : Yuli – Editor : Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Meluasnya wabah virus corona di Indonesia, berdampak dan menjadikan kekhawatiran di dunia pendidikan. Pasalnya penyelenggaraan ujian penilaian akhir semester (PAS) sebagai pengganti ujian sekolah (US) yang seharusnya dilakukan disekolahan dengan secara tatap muka, kini terpaksa tidak dilakukan.

Foto sebelum covid-19
Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengumumkan penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Tahun 2020 ditiadakan akibat pandemi corona virus atau Corona Virus Disease (Covid-19)
Namun pihak sekolah masih bisa melangsungkan ujian sekolah tanpa diperbolehkan menjalani tes tatap muka dan mengumpulkan siswa dalam satu ruangan kelas.
Hal tersebut juga menjadi perhatian Komisi I DPRD Kota Bontang, Raking, dirinya juga berupaya melakukan pemantauan proses belajar di Kota Bontang.
“Kami tidak ada henti-hentinya menelpon dinas pendidikan terkait bagaimana progress pembelajarannya,”ujarnya
Raking mengaku, komunikasi terus dilakukan dengan dinas terkait, agar seluruh anak anak di Bontang tetap belajar meskipun harus dirumah,” Intinya kita selalu aktif mempertanyakan masalah pendidikan di Bontang selama wabah Covid-19 ini,” ucapnya Senin (13/4/2020)
Raking pun sangat mensupport ujian melalui onlie yang dilaksanakan beberapa sekolah dasar di Kota Taman ini.

