Artikel ini telah dilihat : 295 kali.
oleh

DKP Kutim akan Lakukan Pemetaan Potensi Wilayah

Reporter: Nuril – Editor: Redaksi

Insitekaltim, Sangatta – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan melakukan pemetaan dan mengkaji potensi setiap daerah di wilayah Kutim.

Pemetaan yang dimaksud ialah pengelompokan wilayah yang memiliki potensi pengembangan budi daya perikanan jenis air tawar. Sesuai dengan visi dan misi pemerintah, tentang pengembangan perekonomian masyarakat dari sektor perikanan air tawar atau air sungai.

“Kami dari DKP memohon izin kepada pemerintah Kutim untuk melakukan pemetaan potensi terlebih dahulu untuk menentukan wilayah yang tepat untuk dilakukan pengembangan budi daya air tawar ini,” ujar Kepala DKP Kutim Ayub saat diwawancarai oleh Insitekaltim.com di ruangannya, Kantor DKP, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (30/4/2021) kemarin.

Ayub mengakui sebagai langkah awal dalam mendukung visi dan misi pemerintah Kutim yang baru akan dilakukan pemetaan potensi wilayah di perairan umum bahkan di 18 kecamatan wilayah Kutim.

Ia juga mengategorikan gambaran apa saja yang akan menjadi bagian pemetaan potensi wilayah dari sektor perikanan tersebut.

“Apakah wilayah tersebut cocok untuk dibuat keramba, budi daya air tawar, sentra perikanan atau sebagai pasar tradisional,” jelas Ayub.

Hal ini tentu memerlukan kajian khusus oleh tim ahli dalam bidang perikanan. Ayub menambahkan bahwa tim ahli ini juga bertugas untuk menetapkan potensi yang cocok di wilayah tersebut.

“Misalnya di Kecamatan Muara Wahau cocok untuk pengembangan budi daya ikan air tawar dengan pertimbangan kondisi danau dan airnya baik. Disitulah peran tim ahli dalam menetapkan potensi tersebut,” tambah Ayub.

Ia juga menyebutkan bahwa tim ahli yang ia miliki berasal dari beberapa Universitas termasuk Universitas Mulawarman, Samarinda. Kemudian tim ahli ini akan menentukan titik koordinat wilayah yang strategis terkait klasifikasi yang telah ditentukan.

“Program tersebut yang kami akan ajukan kepada pemerintah untuk penganggaran, karena hal ini merupakan langkah yang tepat untuk mengawali program pengembangan sektor perikanan air tawar atau sungai,” tutup Ayub.

Baca Juga :  Penyekatan di Kutim, Jumlah Pemudik dari Luar  Menurun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot News