Insitekaltim, Pasuruan — Satuan Reserse Kriminal Polres Probolinggo Kota menetapkan Burhanudin (39), Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Pasuruan, sebagai tersangka dalam. kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Pelaku berdomisili di Kota Probolinggo, kini telah ditahan untuk kepentingan penyidikan.
“Benar, tersangka berinisial B sudah kami tahan. Korbannya satu orang, warga Probolinggo, masih di bawah umur,” kata Kepala Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin, Senin, 3 November 2025.
Menurut Zaenal, tindakan cabul itu dilakukan dengan modus bujuk rayu dan tipu daya. Setelah korban termakan bujukannya, pelaku melakukan persetubuhan.
“Tersangka dijerat Pasal 81 Ayat (2) subsider Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.
Kasus ini terungkap setelah orang tua korban, (F) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Probolinggo Kota. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan saksi dan mengumpulkan alat bukti sebelum menetapkan Pelaku sebagai tersangka.
Sementara itu, Pemerintah Kota Pasuruan mengambil langkah tegas. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pasuruan, Supriyanto, mengatakan ASN tersebut telah diberhentikan sementara sambil menunggu proses hukum yang tengah berjalan.
“ASN yang bersangkutan sudah kami berhentikan sementara. Kami menunggu proses hukum untuk kemudian memberikan sanksi sesuai ketentuan,” kata Supriyanto, Rabu, 5 November 2025.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan camat untuk meminta salinan surat penahanan dari keluarga tersangka. Dokumen tersebut menjadi dasar bagi Pemkot Pasuruan dalam menentukan tindak lanjut status kepegawaiannya.
Kasus ini menambah deretan pelanggaran etik ASN yang berujung pidana. Pemerintah daerah pun diminta memperketat pengawasan dan pembinaan moral aparatur agar kejadian serupa tak kembali terulang.
