Insitekaltim, Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda terus melakukan penertiban terhadap aktivitas bongkar muat barang yang dilakukan di pinggir jalan oleh sejumlah toko.
Aktivitas tersebut dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan kerap terjadi secara berulang, meskipun telah diberikan imbauan dan teguran kepada para pelaku usaha.
Kepala Dishub Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu menyampaikan, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan pelanggaran. Dalam setiap pengawasan, petugas tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga melakukan tindakan lanjutan apabila pelanggaran masih ditemukan di lapangan.
“Itu kita selalu monitoring dan kita tegur. Dan mungkin kalau misalnya ada yang ditinggalkan ketika mau bongkar muat itu kami langsung tempel stiker,” ujar Manalu, Selasa, 17 Maret 2026.
Langkah penempelan stiker dilakukan sebagai bentuk sanksi tegas namun tetap bersifat edukatif. Penindakan tersebut telah diterapkan di sejumlah kawasan, salah satunya di kawasan perdagangan Citra Niaga yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Samarinda.
“Tadi yang di Citra Niaga itu sudah banyak pelanggaran-pelanggaran yang kita tempelkan stiker yang susah robeknya,” tambahnya.
Menurutnya, stiker yang ditempelkan memiliki daya rekat sangat kuat sehingga sulit untuk dilepaskan. Hal ini dimaksudkan agar memberikan efek jera sekaligus menjadi bentuk hukuman sosial bagi para pelanggar yang masih membandel.
“Itu akan menjadi pesan, hukuman sosial juga ketika berjalanan, mungkin di tetangga atau di jalan dilihat ‘oh ini kendaraan yang sering melakukan pelanggaran parkir (Stiker pelanggar),” jelasnya.
Lebih lanjut, Dishub Samarinda tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi berupa denda. Penindakan berupa tilang atau denda merupakan kewenangan pihak kepolisian lalu lintas.
“Kalau itu tidak ada denda. Kecuali nanti kita sampaikan ke teman-teman lantas, tapi kami hanya memberikan hukuman sosial menempelkan stiker yang sulit untuk dilepaskan,” tegasnya.
Dengan ini Dishub berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran para pelaku usaha agar tidak lagi menggunakan badan jalan sebagai lokasi bongkar muat.
“Ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Kota Samarinda dapat terus terjaga dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan jalan,” tutupnya.
