Insitekaltim, Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menilai pengembangan transportasi umum menjadi solusi paling rasional untuk mengatasi ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dan kapasitas jalan di Kota Tepian.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda Boy Leonardo Sianipar mengatakan, kondisi eksisting saat ini sudah cukup menjadi dasar bahwa transportasi umum diperlukan di Samarinda. Namun, hingga kini kajian mendalam terkait implementasinya masih terus disiapkan
“Dengan kondisi sekarang, ketika jumlah kendaraan tidak berbanding lurus dengan ruas jalan yang tersedia, salah satu solusi paling masuk akal adalah transportasi umum,” ujarnya, 27 Maret 2026.
Secara sederhana, penggunaan transportasi umum mampu menekan jumlah kendaraan pribadi di jalan. Misalnya, satu unit bus dapat mengangkut puluhan penumpang sekaligus.
“Kalau satu bus bisa mengangkut 40 orang, berarti ada 40 kendaraan yang bisa kita kurangi di jalan. Itu hitungan logisnya,” jelasnya.
Meski demikian, Boy mengakui bahwa kajian lebih rinci terkait jenis moda transportasi yang akan digunakan masih belum final. Dishub masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan konsep yang tepat.
“Untuk hitungan lebih terperinci termasuk moda transportasi yang akan digunakan, nanti akan ada kajian lanjutan,” katanya.
Ia juga menyebutkan hingga saat ini Dishub belum melakukan studi tiru secara langsung ke daerah lain seperti Jakarta. Hal ini dikarenakan perbedaan kondisi infrastruktur dan karakteristik masyarakat.
“Kita harus mempertimbangkan struktur jalan dan karakteristik masyarakat di Samarinda. Tidak bisa disamakan dengan kota seperti Jakarta yang sudah terintegrasi,” ungkapnya.
Dari sisi investasi, pengembangan transportasi umum tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, melainkan sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Pemerintah tidak serta-merta mencari keuntungan atau mengejar BEP, tapi lebih kepada penyediaan fasilitas publik. Namun, investor tentu akan berhitung dan cermat sebelum masuk,” jelasnya.
Terkait moda transportasi yang dinilai paling efektif, Dishub mengarah pada penggunaan bus dengan kapasitas besar. Bahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan akan menggunakan bus berbasis listrik yang lebih ramah lingkungan.
“Kalau ditanya yang efektif, tetap bus karena daya tampungnya besar. Ke depan mungkin juga mengarah ke bus listrik, tapi itu perlu didukung fasilitas seperti tempat pengisian dan pool,” terangnya.
Ia menambahkan, kesiapan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Pemerintah harus memastikan masyarakat bersedia beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Jangan sampai sudah disiapkan, tapi masyarakat tidak mau beralih dan tetap memilih kendaraan pribadi. Itu yang harus menjadi perhatian,” pungkasnya.
