Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim memberlakukan rekayasa lalu lintas menyusul pembatasan kendaraan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu).
Kebijakan ini diterapkan demi menjamin keselamatan pengguna jalan selama berlangsungnya pemeriksaan teknis jembatan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim.
Kepala Dishub Kaltim Yusliando mengatakan, untuk sementara waktu Jembatan Mahulu hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat. Sementara itu, kendaraan berat dan angkutan logistik dialihkan melalui Jembatan Mahakam IV (Jembatan Kembar) dengan pengaturan waktu khusus.
“Untuk kendaraan berat pengalihan arus dilakukan melalui Jembatan Mahakam IV dan hanya diberlakukan pada malam hari, mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WITA,” ujar Yusliando saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pengaturan lalu lintas di Jembatan Mahakam IV dilakukan dengan sistem buka tutup dua arah secara bergantian. Pada pukul 22.00 WITA, arus dibuka dari arah Kota Samarinda menuju Samarinda Seberang. Sekitar satu jam kemudian, jalur ditutup sementara dan dibuka dari arah sebaliknya. Skema ini diberlakukan berulang hingga pukul 05.00 WITA.
“Tidak ada kendaraan yang diprioritaskan. Seluruh kendaraan wajib mengikuti sistem buka-tutup secara bergantian agar arus logistik tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, Dishub Kaltim juga menyiapkan kantong parkir sementara bagi kendaraan berat yang belum mendapat giliran melintas. Dua titik yang disiapkan masing-masing berada di kawasan Palaran untuk kendaraan dari arah Samarinda Seberang, serta Jalan Ir. Sutami atau kawasan pergudangan bagi kendaraan dari arah Kota Samarinda.
“Kendaraan berat diminta menunggu di kantong parkir hingga waktu melintas dibuka. Langkah ini dilakukan untuk mencegah antrean di sekitar Jembatan Mahulu,” katanya.
Menanggapi keluhan para pengemudi akibat pembatasan tersebut, Yusliando menegaskan bahwa untuk sementara kendaraan berat memang harus menunggu hingga malam hari atau memilih jalur alternatif melalui jembatan di wilayah Tenggarong.
Ia menambahkan, hingga saat ini tidak terdapat opsi lain mengingat pembukaan Jembatan Mahulu bagi kendaraan berat pada siang hari dinilai memiliki risiko keselamatan yang tinggi selama proses pemeriksaan teknis berlangsung.

