Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Dewan Dorong Pemekaran Sangkulirang Seberang Masuk Dalam Perencanaan Resmi
    DPRD Kaltim

    Dewan Dorong Pemekaran Sangkulirang Seberang Masuk Dalam Perencanaan Resmi

    MartinusBy MartinusJuli 26, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur Agusriansyah Ridwan menegaskan pentingnya kejelasan arah pembangunan wilayah dalam dokumen perencanaan jangka menengah daerah. Hal ini terutama menyangkut potensi pembentukan daerah otonomi baru yang dinilai dapat mempercepat pelayanan publik dan memperluas pemerataan pembangunan.

    Ia menyoroti belum terakomodasinya secara konkret rencana pemekaran sejumlah wilayah strategis dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia menilai, pengabaian terhadap wacana pemekaran ini berpotensi memperlebar ketimpangan pelayanan dasar antarwilayah.

    Salah satu kawasan yang menjadi fokus perhatian Agusriansyah adalah Sangkulirang Seberang, sebuah wilayah yang berada di bagian timur Kabupaten Kutai Timur.

    Menurutnya, kawasan ini memiliki karakteristik sosial, kultural, serta geografis yang sangat mendukung untuk dikembangkan sebagai kecamatan baru.

    “Secara filosofis, ini merupakan desa-desa tertua yang ada di Kecamatan Sangkulirang yang perlu mendapat perhatian,” ujar Agusriansyah saat ditemui pada Jumat, 25 Juli 2025.

    Rencana pemekaran Kecamatan Sangkulirang Seberang mencakup sembilan desa, yakni Pelawan, Tepian Terap, Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera, Kerayaan, Saka, Tanjung Manis, dan Perupuk. Wilayah-wilayah ini, selain memiliki nilai historis yang kuat, juga menyimpan potensi ekonomi lokal yang belum tergarap secara optimal.

    Bagi Agusriansyah, gagasan pemekaran tidak berhenti pada urusan administratif semata. Ia menekankan bahwa pembentukan kecamatan baru merupakan langkah strategis dalam mendekatkan layanan publik dengan masyarakat akar rumput.

    Dengan demikian, distribusi anggaran, pembangunan infrastruktur, serta akses terhadap pendidikan dan kesehatan bisa lebih merata.

    “Tentunya pemekaran wilayah tersebut juga bertujuan pendekatan pelayanan publik dan peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Agusriansyah.

    Politikus yang juga anggota Panitia Khusus RPJMD DPRD Kalimantan Timur itu memandang, inisiatif pemekaran seperti ini merefleksikan komitmen negara dalam menghadirkan keadilan pembangunan.

    Ia menilai selama ini banyak wilayah-wilayah bersejarah dan berkontribusi besar justru terpinggirkan dari proses pembangunan karena tidak memiliki representasi administratif yang memadai.

    “Kalau kita bicara pemerataan, maka harus dimulai dari pengakuan atas eksistensi wilayah yang selama ini berada di balik layar pembangunan. Sangkulirang Seberang itu salah satunya,” ucapnya.

    Ia juga mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih dihadapi wilayah-wilayah calon kecamatan tersebut. Di antaranya adalah kondisi infrastruktur dasar yang belum layak, akses jalan yang masih terbatas, keterjangkauan layanan kesehatan yang rendah, serta belum optimalnya konektivitas jaringan komunikasi.

    Kondisi ini, menurut Agusriansyah, tak bisa dibiarkan terus-menerus. Ia mendesak pemerintah daerah agar segera merumuskan langkah teknokratis yang jelas dan tidak menjadikan rencana pemekaran ini sekadar komoditas politik lima tahunan.

    Baginya, keterlibatan masyarakat lokal dalam proses perencanaan adalah syarat mutlak agar pemekaran benar-benar menjawab kebutuhan riil warga.

    Ia juga mendorong agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka ruang dialog terbuka antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan masyarakat Sangkulirang Seberang.

    Dialog partisipatif semacam itu, kata Agusriansyah, penting untuk membangun kepercayaan sekaligus menyelaraskan harapan publik dengan perencanaan pembangunan.

    Agusriansyah kembali menekankan bahwa perjuangan untuk pemekaran wilayah Sangkulirang Seberang bukan sekadar soal pemisahan administratif, tetapi lebih jauh sebagai upaya menghadirkan narasi baru tentang keadilan pembangunan di Kalimantan Timur.

    “Sudah saatnya kita memastikan bahwa pembangunan tidak berhenti di pinggir jalan utama, tapi sampai ke tepian sungai dan hulu desa,” ujarnya.

    Ia berharap agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur lebih serius mengintegrasikan rencana strategis ini ke dalam dokumen RPJMD. Tanpa penegasan dalam dokumen perencanaan, kata dia, pemekaran wilayah rawan berhenti sebagai ide tanpa realisasi.

    “Harapan kita, rencana ini benar-benar mendapat atensi dalam agenda pembangunan daerah lima tahun ke depan,” tutupnya. (Adv)

    Agusriansyah Ridwan Pemekaran Sangkulirang RPJMD
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    RKPD 2027 Masih Tahap Rancangan, Prioritas Daerah Jadi Penentu Arah Pembangunan

    April 7, 2026

    Akses Internet Dikebut, Diskominfo Kaltim Targetkan 841 Desa Terhubung

    April 7, 2026

    Kurang Sepaham Soal Kamus Usulan, DPRD Kaltim Dorong Penyesuaian dengan RPJMD

    Maret 30, 2026

    Gubernur Rudy Mas’ud Sampaikan LKPj 2025, Pendapatan Terealisasi 92,61 Persen

    Maret 30, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    Andika SaputraApril 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menunggu respons resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026

    Tiga Motor Terbakar di Dealer Yamaha Samarinda, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    April 12, 2026

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,052 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.